Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!



Caleg dibalik ketiak…

Pemilu sebentar lagi. Fatwa haram golput pun telah diputuskan oleh komplotan ulama Indonesia yang bernaung dibawah organisasi bernama MUI, Majelis Ulama Indonesia. Terserah bagi kita, apakah masih percaya dengan fatwa komplotan ulama itu atau tidak. Seperti halnya fatwa-fatwa lucu lainnya, fatwa haram mencuri listrik misalnya. Sungguh bahan tertawaan yang sangat menghibur. Fatwa haram mencuri listrik? Kelak pasti akan ada fatwa haram mencuri kambing, mencuri sapi, mencuri pupuk, mencuri sandal hingga mencuri keyword. Ah, sudahlah…

Caleg pun dengan gegap gempita menyambut acara pemilihan ini. Kursi empuk dengan aneka tunjangan telah menunggu di gedung dewan. Aneka usaha dikerahkan, mulai dari menyebar poster, kalender, kaos, spanduk, bendera hingga membikin akun di berbagai jejaring sosial. Semua usaha dikerahkan demi meraup suara.

Sayang, masih banyak caleg yang tidak dewasa. Caleg yang masih anak-anak dan bersembunyi dibalik ketiak orang tuanya. Hanya mengandalkan nama besar orang tua untuk meraih kepercayaan. Tak kurang aneka kalimat semacam,

ray gann calculator ….putra kiai pendiri PKI.

go site ….putri proklamator.

….putra KH. Amin Nasution.

….putri Pakdhe Gentho.

….putra KH. Wong Fei Hung, dewan syuro PSSI

bertebaran dimana-mana.

Oalah, caleg-caleg… keluarlah dari balik ketiak orang tuamu!

KIVA, sedekah cara cerdas…

Bu Jawiyah warga Leuwiliang-Bogor ini mungkin tidak tahu apabila nama dan fotonya akan bisa diakses dari seantero jagad. Perempuan 45 tahun ini terlalu disibukkan oleh pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga mau tidak mau Bu Jawiyah harus bekerja keras guna mencukupi kebutuhan hidup serta biaya sekolah kedua anaknya. Sebuah warung kecil yang menjual aneka makanan menjadi penopang hidup keluarganya. Modal yang terbatas menyebabkan warung Bu Jawiyah kurang berkembang. Beruntung Bu Jawiyah mendapatkan pinjaman dari tiga orang warga Amerika Serikat senilai 75 dollar AS.  Bu Jawiyah berjanji akan melunasi pinjaman tersebut dengan cara diangsur selama 18 bulan.

Mbok Vera Oreyie warga Nigeria ini adalah pedagang kecil. Dia berjualan aneka hasil pertanian di pasar. Mbok Vera harus bekerja keras untuk menghidupi 7 orang anaknya. Tentu saja Mbok Vera membutuhkan modal untuk kelangsungan usahanya. Sungguh beruntung seorang bule asal Swiss bersedia meminjamkan modal kepadanya. Mbok Vera mendapatkan pinjaman modal sebesar 875 dollar AS. Pinjaman ini akan diangsurnya selama 8 bulan.

Anda pasti terperanjat, Bu Jawiyah yang berada di pelosoknya Bogor dan Mbok Vera yang berada di Nigeria bisa berkenalan dengan bule-bule Amrik dan Swiss. Dunia memang hanya selebar daun kelor (Moringa oliefera). Bu Jawiyah dan Mbok Vera tentu tidak menerima pinjaman itu langsung dari tangan si bule. Namun yang jelas si bule telah memilih Bu Jawiyah dan Mbok Vera untuk menerima pinjaman modal tersebut. Melalui KIVA-lah mereka dipertemukan. Read More



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
26 queries. 0.093 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.