Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!



Sedekah cara cerdas…

Menyambut datangnya bulan Ramadhan 1429 H, ada kategori baru dalam tulisan saya. Yah, kategori baru tersebut adalah “sok kyai”. Pada kategori ini saya mencoba untuk menjadi seorang kyai. Siapa tahu kelak ada yang meminang saya menjadi pengurus partai politik bahkan ada yang meminta do’a restu dan fatwa saya.

Kita semua tahu, bahwa bersedekah merupakan perintah Allah sebagaimana telah tercantum dalam Qur’an pada surat Al Baqarah 254 :

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Namun apakah kita bisa melakukan sedekah secara serampangan. Sering kita dengar ucapan, “semua tergantung niatnya”. Apakah semudah itu? Lalu apa arti dari banyaknya ayat Al Qur’an yang menyuruh kita untuk berpikir. Jadi bersedekah pun ada tips dan triknya, supaya sedekah kita dapat diterima sebagai suatu amalan “membelanjakan harta di jalan Allah”.

Kenapa kita tidak boleh serampangan dalam bersedekah? Tentu demi kebaikan kita bersama. Kita tahu masih banyak saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan. Sebagian besar diantaranya justru bukan peminta-minta. Mereka adalah pekerja keras yang harus memeras keringat demi sesuap nasi. Lalu apakah kita dengan seenaknya “membelanjakan harta kita” kepada kaum peminta-minta yang tidak jelas itu. Belum lagi ribuan panitia pembangunan masjid fiktif, ribuan panti asuhan abal-abal hingga pengemis nan jutawan pemilik SUV mewah. Kalau sampai harta kita jatuh kepada orang yang tidak tepat, [menurut saya] sia-sialah amal kita. Kita tidak bisa hanya bersembunyi dibalik “semua tergantung niatnya”. Bukankah kita dituntut untuk berpikir?

Fenomena jaringan kaum miskin kota pengemis yang diorganisir secara rapi sudah bukan rahasia umum lagi. Terungkapnya panitia pembangunan masjid hingga panti asuhan abal-abal sudah banyak yang tahu. Tapi, mengapa mereka bisa bertahan hingga sekarang? Siapa yang bertanggung jawab? Kita tentunya! Read More



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
26 queries. 0.088 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.