Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!



Petani, pedagang pasar dan ketua ranting partai…

Di sebuah warung kopi, berkumpul beberapa warga kampung Gunung Kembar. Seperti biasa mereka berdiskusi aneka topik tentang kehidupan. Topik politik menjadi sebuah topik yang paling digemari oleh aktivis Gunung Kembar ini. Kebetulan malam ini ada si Paijo, petani gurem yang tetap istiqomah di jalur pekerjaannya. Kliwon, pedagang pasar dan Kardi, ketua ranting sebuah partai dengan lambang palu arit hewan memamah biak.

Paijo : Diamput, wong cilik kayak saya ini hanya dicatut saja oleh penggede-penggede itu!

Kardi : Apa sih Jo, kok kamu misuh-misuh. Mbok sing sareh!

Paijo : Itu lho, petani dicatut di iklannya seorang yang hobi mbalon.

Kardi : Mbalon? Hahahahaha… masak hobi mbalon kok diiklankan di tivi?

Paijo : Diamput… dasar otak ngeres kamu Di. Mbalon itu maju bakal calon, bukan mbalon di nDoli.

Kardi : Ooo… lha emang kenapa Jo? Catut mencatut itu hal yang biasa kok. Ingat itu kasus suster apung.

Paijo : Lha gimana… pupuk juga tetap jadi rebutan, pupuk jadi barang langka. Lha kok malah petani dibawa-bawa namanya…

Kliwon : Lha saya juga dicatut kok. Padahal banyak pasar DIBAKAR untuk dijadikan mall. Pedagang kecil kayak saya juga tetep serba sulit.

Kardi : Asyu… Aku juga dikhianati sama partaiku. Aku yang jungkir balik cari suara lha kok posisiku diganti sama artis bokep dangdut. Nasib…

Kardi, Paijo, Kliwon : ***kompak misuh bersamaan***

Ayat-ayat kampanye…

Di sebuah kampung yang bernama Gunung Kembar, terdapat seorang kyai yang cukup disegani. Kyai ini menjadi panutan dalam segala bidang oleh penduduk kampung. Bahkan untuk urusan politik, sang kyai mendapat tempat yang sangat strategis. Segala omongan kyai entah benar atau salah selalu menjadi acuan semua warga kampung. Tidak ada protes, tidak ada ruang diskusi.

Menjelang Pilkada, sang kyai menjadi tokoh paling dicari. Bukan sebagai calon pesakitan, bukan sebagai target operasi. Namun menjadi keharusan bagi semua kandidat untuk meminta restu dari sang kyai. Jangan heran apabila televisi, koran hingga blog menyajikan tulisan dan tentu foto para kandidat sedang berpose mesra dengan sang kyai.

Pilkada kali ini diikuti oleh 4 pasang calon, yaitu :

1. ASU – Artalita dan Sukat

2. ANCUK – Andi dan Cucuk

3. ADIL – Adi dan Kunyil

4. MELU – Memed dan Luki

Sang kyai pun telah memutuskan untuk memberi restu kepada pasangan ADIL. Entah mengapa sang kyai begitu suka dengan pasangan ini. Konon jumlah sumbangan pasangan ADIL jauh lebih besar dibandingkan pasangan lainnya. Bukan saja uang tunai, batu bata, semen dan pasir telah disumbangkan untuk sang kyai. Bukan hanya sumbangan biasa, namun sumbangan dengan banyak harapan. Termasuk do’a dan dukungan, mungkin juga fatwa. Read More



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
26 queries. 0.100 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.