Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!



Caleg dibalik ketiak…

Pemilu sebentar lagi. Fatwa haram golput pun telah diputuskan oleh komplotan ulama Indonesia yang bernaung dibawah organisasi bernama MUI, Majelis Ulama Indonesia. Terserah bagi kita, apakah masih percaya dengan fatwa komplotan ulama itu atau tidak. Seperti halnya fatwa-fatwa lucu lainnya, fatwa haram mencuri listrik misalnya. Sungguh bahan tertawaan yang sangat menghibur. Fatwa haram mencuri listrik? Kelak pasti akan ada fatwa haram mencuri kambing, mencuri sapi, mencuri pupuk, mencuri sandal hingga mencuri keyword. Ah, sudahlah…

Caleg pun dengan gegap gempita menyambut acara pemilihan ini. Kursi empuk dengan aneka tunjangan telah menunggu di gedung dewan. Aneka usaha dikerahkan, mulai dari menyebar poster, kalender, kaos, spanduk, bendera hingga membikin akun di berbagai jejaring sosial. Semua usaha dikerahkan demi meraup suara.

Sayang, masih banyak caleg yang tidak dewasa. Caleg yang masih anak-anak dan bersembunyi dibalik ketiak orang tuanya. Hanya mengandalkan nama besar orang tua untuk meraih kepercayaan. Tak kurang aneka kalimat semacam,

gcu basketball schedule 2016 17 ….putra kiai pendiri PKI.

source link ….putri proklamator.

….putra KH. Amin Nasution.

….putri Pakdhe Gentho.

….putra KH. Wong Fei Hung, dewan syuro PSSI

bertebaran dimana-mana.

Oalah, caleg-caleg… keluarlah dari balik ketiak orang tuamu!

Petani, pedagang pasar dan ketua ranting partai…

Di sebuah warung kopi, berkumpul beberapa warga kampung Gunung Kembar. Seperti biasa mereka berdiskusi aneka topik tentang kehidupan. Topik politik menjadi sebuah topik yang paling digemari oleh aktivis Gunung Kembar ini. Kebetulan malam ini ada si Paijo, petani gurem yang tetap istiqomah di jalur pekerjaannya. Kliwon, pedagang pasar dan Kardi, ketua ranting sebuah partai dengan lambang palu arit hewan memamah biak.

Paijo : Diamput, wong cilik kayak saya ini hanya dicatut saja oleh penggede-penggede itu!

Kardi : Apa sih Jo, kok kamu misuh-misuh. Mbok sing sareh!

Paijo : Itu lho, petani dicatut di iklannya seorang yang hobi mbalon.

Kardi : Mbalon? Hahahahaha… masak hobi mbalon kok diiklankan di tivi?

Paijo : Diamput… dasar otak ngeres kamu Di. Mbalon itu maju bakal calon, bukan mbalon di nDoli.

Kardi : Ooo… lha emang kenapa Jo? Catut mencatut itu hal yang biasa kok. Ingat itu kasus suster apung.

Paijo : Lha gimana… pupuk juga tetap jadi rebutan, pupuk jadi barang langka. Lha kok malah petani dibawa-bawa namanya…

Kliwon : Lha saya juga dicatut kok. Padahal banyak pasar DIBAKAR untuk dijadikan mall. Pedagang kecil kayak saya juga tetep serba sulit.

Kardi : Asyu… Aku juga dikhianati sama partaiku. Aku yang jungkir balik cari suara lha kok posisiku diganti sama artis bokep dangdut. Nasib…

Kardi, Paijo, Kliwon : ***kompak misuh bersamaan***



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
26 queries. 0.091 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.