Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!



Susah masuk surga…

Di sebuah warung toak, beberapa toakers sedang berdiskusi tentang masalah akhirat. Kucluk, seorang pemuda yang sedang kebingungan tentang nasibnya mencoba untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Paling tidak, walau hidup sengsara di dunia, dia ingin kelak akan masuk surga dengan ditemani miyabi ribuan bidadari yang virgin. Dia mencoba ngangsu kawruh dengan Mbah Gebleg, sosok yang disegani di kalangan toakers.

Kucluk : “Gimana ya mbah biar bisa masuk surga nan katanya nyaman ituh?”

Mbah Gebleg : “Yo mbok kamu belajar ngaji sana dengan mbah kyai di pondok ujung desa ituh.”

Kucluk : “Ogah, mbah. Mbah kyai-nya sudah jarang ngajari ngaji. Dia sibuk sekarang. Banyak tamu penjahat pejabat sowan minta restu.”

Mbah Gebeleg : “Ah, kan dia masih banyak waktu luang toh le… Ya mbok matur sana. Minta diajarin ngaji, kalau perlu total nyantri disana.”

Kucluk : “Gak ah mbah. Dia sekarang sibuk banget. Dia kan sudah jadi anggota DPR, belum lagi kalau lagi ngurusi pundi receh partainya ituh.”

Mbah Gebleg : “Ah masak sih… Tapi bener kok, sekarang dia jarang ke mushola desa. Beda sama waktu mau coblosan dulu. Yah.. coba sama pak ustadz yang ada di kota sana!”

Kucluk : “Wah gak mau, mbah. Saya masih suka pakai celana jeans. Kalau sama pak ustadz ituh pasti saya dipaksa jadi anggota triple C.”

Mbah Gebeleg : “Oalah, apa itu triple C?”

Kucluk : “Itu lho mbah, CCC, Club Celana Cingkrang! Belum lagi pasti saya nanti dilarang ndengerin lagunya Slank, Jamrud dan campursari. Susah mbah!”

Mbah Gebleg : “Hmmm… Kamu ke Jakarta saja sekalian, berguru sama habib yang terkenal ituh.”

Kucluk : “Wah, saya gak bakalan diterima mbah.”

Mbah Gebleg : “Lho emangnya kenapa?”

Kucluk : “Saya gak bisa berkelahi mbah. Padahal habib ituh suka berkelahi. Bukannya dia sih, tapi anak buahnya. Saya juga gak tegaan kalau harus mukuli kepala orang, mbacok atau menthung.”

Mbah Gebleg : “Oalah le… baru tahu kalau sekarang susah masuk surga, beda sama dulu. Sekarang banyak jalan menuju surga yang dibilang sesat. Aku juga bingung le, entah nanti masuk surga apa enggak.” Read More



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
26 queries. 0.091 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.