Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!


Fatwa haram Unas…

Viewed 3397 times.

Setiap tahun, aroma busuk selalu tercium dari penyelenggaraan ujian nasional. Berbagai tindak kecurangan yang terorganisir dengan rapi dan sistematis seolah sudah menjadi ritual wajib demi suksesnya Unas. Kecurangan dan penyimpangan pelaksanaan Unas yang diulas oleh berbagai media cetak maupun elektronik ternyata tidak mampu membuka mata kepala dan mata hati para pengambil kebijakan pendidikan negeri ini. Desakan untuk menghapus Unas yang teramat sangat men-Tuhan-kan angka-angka itu dianggap sebagai angin lalu saja.

Sebuah berita mesum baru-baru ini ramai dibicarakan. SMAN 2 Ngawi, sebuah sekolah yang konon katanya favorit dan bonafit, seluruh siswanya gagal dalam unas 2009 ini. Berita mencengangkan ini masih terus bergulir dengan aroma permainan terlarang yang dilakukan oleh siswa-siswi sekolah tersebut. Dugaan kecurangan massal, terorganisir dan sistematis pun diungkap oleh BNSP. Jawaban seluruh siswa hampir serupa bak paha eh pinang dibelah dua. Sungguh mengherankan bukan? Konon, jawaban yang serupa itu diperoleh dari bocoran kunci jawaban yang beredar melalui SMS.Lebih mengejutkan lagi, ternyata BNSP melakukan tindakan yang teramat memalukan. BNSP memberikan belas kasihan pada SMAN 2 Ngawi untuk melakukan unas ulang. Oh yes… Apa ini?…

Para pejabat yang mengaku pintar itu beranggapan bahwa telah terjadi kecurangan sehingga sebagai bentuk sanksi, Unas di sekolah yang bersangkutan harus diulang. Hahahahaha… Kecurangan? Mana kecurangan itu? Bukankah berita acara pelaksanaan Unas yang telah ditandatangani pengawas, tim pemantau independen dan panitia tidak mengungkapkan hal itu. Sudah menjadi rahasia umum, catatan yang ada di berita acara pelaksanaan Unas adalah “lancar”, “lancar, aman, terkendali”, “aman, sejahtera, lanjutkan :D “.

Artinya apa? Dari berita acara tersebut tidak terbukti terjadi kecurangan sehingga pelaksanaan unas di SMAN 2 Ngawi sah dan tidak perlu dilakukan pengulangan, apapun hasilnya. Walau seluruh siswa tidak lulus pun tidak masalah! Lha berita acara tidak menyebut kecurangan tapi kok BNSP mengatakan ada kecurangan. Bagaimana ini om/tante?… Bahkan, ikatan alumni SMAN 2 Ngawi dengan tegas menolak Unas ulang yang memalukan itu.

Mana keadilan? Jika SMAN 2 Ngawi dan mungkin sekolah lain yang mengalami kasus serupa diberikan BELAS KASIHAN berupa Unas ulang, bagaimana nasib sekolah lainnya? Bagaimana nasib seorang siswa SMA antah berantah di pelosok desa yang telah berjuang sungguh-sungguh mengerjakan Unas dengan kemampuannya sendiri, namun gagal dan tidak lulus Unas? Sangat tidak adil kan?

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Unas harus DISUKSESKAN oleh SEMUA PIHAK. Berbagai cara licik pun ditempuh oleh guru, siswa dan juga orang tua. Unas juga sarat dengan aroma ancaman. Bupati atau walikota mengancam kepala dinas, kepala dinas mengancam kepala sekolah. Siapa yang rela kehilangan jabatan? Kepala sekolah pun berkoordinasi untuk saling bekerjasama mensukseskan Unas. Tim pengawas yang dibuat saling silang pun percuma tak berguna. Tim pengawas telah mendapatkan amanah untuk mensukseskan Unas di sekolah yang mereka awasi. Bagaimana modusnya? Ada yang membantu mengerjakan soal. Ada yang membantu kemudahan distribusi jawaban. Ada yang terang-terangan menyalahi prosedur. LJK harus dimasukkan dalam amplop dan disegel di ruang ujian! Ah itu cuma prosedur! Kenyataan di lapang adalah LJK bisa dikoreksi lagi oleh guru atau panitia. Alasannya untuk mencek isian biodata peserta. Mungkin bukan hanya biodata peserta, guru yang kreatif bisa juga membantu mengoreksi isian jawaban. Yakinlah, bahwa itu semua sudah dicatat oleh tim pengawas independen. Yakinlah pula bahwa itu semua sia-sia jika semua pihak telah diberikan amanah untuk MENSUKSESKAN UNAS. Read More

Khalifah itu telah lahir…

Viewed 2077 times.

Puji syukur ke hadirat Allah yang telah memberikan kepercayaan kepada hambanya untuk melahirkan khalifah-khalifah baru di muka bumi ini. Ya, manusia adalah khalifah di bumi ini. Semua manusia adalah pemimpin, paling tidak dia akan memimpin dirinya sendiri. Begitu besar amanah Allah kepada manusia, sungguh rugi jika amanah itu disia-siakan.
Bagi orang tua, anak merupakan bentuk kepercayaan Allah. Suatu amanah yang harus kita jaga dan jalani dengan baik dan benar. Selamat kepada orang-orang yang telah mendapatkan kepercayaan dari Allah berupa anak. Semoga anak-anak kita semua kelak mampu menjadi Khalifah di bumi yang semakin panas ini.
Selamat datang… Selamat berjuang… kepada:
1.    Muhammad Gamitra Aqilafathi
2.    Naziha Ainur Rahman
3.    Fathan Maulana Arsy
4.    Marsudiyanto :D

Reuni SMA yuk!

Viewed 3599 times.

Banyak yang bilang bahwa masa SMA adalah masa paling indah. Entah benar entah tidak, namun menurut saya masa SMA adalah masa paling ndableg bin ndugal. Ah, padahal sekarang pun saya pun masih istiqomah ndableg dan ndugal kok. Hehehehe…

Masa SMA saya habiskan di sebuah SMA yang konon paling tersohor di seantero Tuban. SMA Negeri 1 Tuban, sebuah sekolah tua yang berada di sudut Jl. Pahlawan Tuban. Tiga tahun saya ngangsu kawruh disini, mulai tahun 1996 hingga tahun 1999. Banyak kenangan indah yang hingga kini masih terekam dengan baik di memori otak saya. Aksi heroik melompat pagar sudut dekat mushola, aksi menyumbang pendapatan negara melalui sebatang rokok di salah satu kantin yang tersohor di kalangan siswa laki-laki ( siswa ya pasti laki-laki, kalau siswi kan perempuan :D ). Juga aksi menghindar dari upacara bendera, perjuangan mencari jalan pintas disaat olah raga lari hingga aksi perang air di saat jam pelajaran kosong atau dikosongkan paksa. Sungguh mengundang senyum…

Prestasi saya di SMA tidaklah terlalu layak dibanggakan. Suatu yang bertolak belakang dengan masa SD saya yang begitu bersinar. Saat SD saya selalu meraih rangking satu, hanya di kelas empat saya meraih rangking dua. Saat kelulusan SD, saya mampu meraih NEM tertinggi se-sekolah dan tertinggi kedua se-Kabupaten Tuban. Bahkan saya juga berhasil menjadi pelajar teladan peringkat dua se-Kecamatan Tuban. Namun, sejak SMP hingga SMA, praktis saya mulai menjadi begundal kelas. Beruntung di saat kuliah saya bisa mengembalikan pamor prestasi itu. Ehm… paling gak bisa lulus tidak sampai empat tahun dengan IPK sangat memuaskan! Hehehehe…mumpung punya blog, pamer ah :D Read More



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
39 queries. 0.436 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.