Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!


Archive for the ‘Tentang Kiai’


Reuni SMA yuk!

Banyak yang bilang bahwa masa SMA adalah masa paling indah. Entah benar entah tidak, namun menurut saya masa SMA adalah masa paling ndableg bin ndugal. Ah, padahal sekarang pun saya pun masih istiqomah ndableg dan ndugal kok. Hehehehe…

Masa SMA saya habiskan di sebuah SMA yang konon paling tersohor di seantero Tuban. SMA Negeri 1 Tuban, sebuah sekolah tua yang berada di sudut Jl. Pahlawan Tuban. Tiga tahun saya ngangsu kawruh disini, mulai tahun 1996 hingga tahun 1999. Banyak kenangan indah yang hingga kini masih terekam dengan baik di memori otak saya. Aksi heroik melompat pagar sudut dekat mushola, aksi menyumbang pendapatan negara melalui sebatang rokok di salah satu kantin yang tersohor di kalangan siswa laki-laki ( siswa ya pasti laki-laki, kalau siswi kan perempuan :D ). Juga aksi menghindar dari upacara bendera, perjuangan mencari jalan pintas disaat olah raga lari hingga aksi perang air di saat jam pelajaran kosong atau dikosongkan paksa. Sungguh mengundang senyum…

Prestasi saya di SMA tidaklah terlalu layak dibanggakan. Suatu yang bertolak belakang dengan masa SD saya yang begitu bersinar. Saat SD saya selalu meraih rangking satu, hanya di kelas empat saya meraih rangking dua. Saat kelulusan SD, saya mampu meraih NEM tertinggi se-sekolah dan tertinggi kedua se-Kabupaten Tuban. Bahkan saya juga berhasil menjadi pelajar teladan peringkat dua se-Kecamatan Tuban. Namun, sejak SMP hingga SMA, praktis saya mulai menjadi begundal kelas. Beruntung di saat kuliah saya bisa mengembalikan pamor prestasi itu. Ehm… paling gak bisa lulus tidak sampai empat tahun dengan IPK sangat memuaskan! Hehehehe…mumpung punya blog, pamer ah :D Read More

Caleg dibalik ketiak…

Pemilu sebentar lagi. Fatwa haram golput pun telah diputuskan oleh komplotan ulama Indonesia yang bernaung dibawah organisasi bernama MUI, Majelis Ulama Indonesia. Terserah bagi kita, apakah masih percaya dengan fatwa komplotan ulama itu atau tidak. Seperti halnya fatwa-fatwa lucu lainnya, fatwa haram mencuri listrik misalnya. Sungguh bahan tertawaan yang sangat menghibur. Fatwa haram mencuri listrik? Kelak pasti akan ada fatwa haram mencuri kambing, mencuri sapi, mencuri pupuk, mencuri sandal hingga mencuri keyword. Ah, sudahlah…

Caleg pun dengan gegap gempita menyambut acara pemilihan ini. Kursi empuk dengan aneka tunjangan telah menunggu di gedung dewan. Aneka usaha dikerahkan, mulai dari menyebar poster, kalender, kaos, spanduk, bendera hingga membikin akun di berbagai jejaring sosial. Semua usaha dikerahkan demi meraup suara.

Sayang, masih banyak caleg yang tidak dewasa. Caleg yang masih anak-anak dan bersembunyi dibalik ketiak orang tuanya. Hanya mengandalkan nama besar orang tua untuk meraih kepercayaan. Tak kurang aneka kalimat semacam,

http://www.gulsanpolimer.com/?hs=how-to-use-umlet ….putra kiai pendiri PKI.

source ….putri proklamator.

….putra KH. Amin Nasution.

….putri Pakdhe Gentho.

….putra KH. Wong Fei Hung, dewan syuro PSSI

bertebaran dimana-mana.

Oalah, caleg-caleg… keluarlah dari balik ketiak orang tuamu!



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
27 queries. 0.094 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.