Densus 69 Anti Celeng…
Jenderal : “Pak Icang, ini ada kasus!”
Pak Icang : “So?…”
Jenderal : “Ada majalah memuat gambar saya dengan celeng eh celengan!”
Pak Icang : “Ada hubungannya dengan saya?”
Jenderal : “Ya, ada lah pak. Nanti kalau celengan saya dibongkar, bapak bisa kena!”
Pak Icang : “Butuh ransum berapa? Saya kirim cash pakai koin saja biar aman, 3 M ya?”
Jenderal : “Maaf, pak. Istri muda saya minta jalan-jalan ke Antartika nih!”
Pak Icang : “Oke, saya kirim 6 M!”
Jenderal : “Baik, pak! terimakasih!”
***
Jenderal : “Segera amankan majalah dengan gambar saya dengan celengan itu!”
Kombes : “Siap Ndan!”
Jenderal : “Dana oprasi 4 M saya kirim!”
Kombes : Siap! 86!”
***
Kombes : “Siapkan pasukan untuk mengeksekusi majalah celeng!”
AKP : “Siap, laksanakan!”
Kombes : “Ransum saya kirim 2 M!”
AKP : “Siap! Segera saya laksanakan. 86!”
***
AKP : “Segera diatasi majalah dengan gambar Jenderal celeng!”
Iptu : “Siap! Dananya bagaimana Ndan?”
AKP : “Saya kirim 0,5 M. Jika kurang atasi sendiri. Kamu kan pegang kasus pajak dan pembalakan liar!”
Iptu : “Siap!” Read More
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!
Setiap tahun, aroma busuk selalu tercium dari penyelenggaraan ujian nasional. Berbagai tindak kecurangan yang terorganisir dengan rapi dan sistematis seolah sudah menjadi ritual wajib demi suksesnya Unas. Kecurangan dan penyimpangan pelaksanaan Unas yang diulas oleh berbagai media cetak maupun elektronik ternyata tidak mampu membuka mata kepala dan mata hati para pengambil kebijakan pendidikan negeri ini. Desakan untuk menghapus Unas yang teramat sangat men-Tuhan-kan angka-angka itu dianggap sebagai angin lalu saja.




