Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!


Archive for the ‘Ngakak’


Kisah Pembunuhan Aktivis KAM di Kerajaan Melasnesia…

Beberapa tahun lalu, seorang aktivis KAM (Kewajiban Asasi Manusia) yang bernama Mundir meninggal dalam perjalanannya menuju negeri tetangga, Bujatnesia. Mundir meninggal diatas becak yang ditumpanginya. Hasil otopsi menunjukkan bahwa Mundir meninggal secara tidak wajar dan diketahui karena diracun zat asgenit. Sontak saja, negeri Melasnesia berduka. Berbagai dugaan siapa sutradara (kasihan masa’ dalang terus sih :D ) dibalik pembunuhan keji nan durjana itu.

Setelah melewati masa-masa yang sulit, tertangkaplah seorang yang diduga kuat membunuh Mundir. Namanya Polikarpet, seorang tukang becak yang biasa mangkal di depan terminal. Polikarpet pun disidangkan dan akhirnya divonis hukuman penjara selama 5,234 tahun. Tentu tidak berhenti disini saja. Usut punya usut, ternyata Polikarpet diduga hanya aktor di lapangan saja. Masih ada aktor in telek tual yang belum tersentuh hukuman. Salah satunya adalah Mukadi PS2 (Belum PS3).

Mukadi PS2 pun diperiksa oleh aparat kerajaan. Terdapat bukti bahwa Mukadi PS2 sering berhubungan telepon dengan Polikarpet, bahkan tercatat sebanyak 87,89 kali. Sidang demi sidang pun berjalan dengan alotnya. Akhirnya wasit kerajaan pun memutus bebas Mukadi Ps2. Bukti berupa kontak telepon tersebut dinilai oleh wasit kerajaan masih kurang kuat untuk membuktikan keterlibatan Mukadi PS2 dalam pembunuhan Mundir.

Rakyat pun bertanya-tanya: kalau ada dua orang sesama jenis yang sering saling telepon hingga 87,89 kali, kira-kira ada hubungan apa ya antara mereka berdua :D

Kisah ini adalah FIKTIF, apabila ada kemiripan nama, tempat dan kejadian hanyalah kebetulan semata. Please, saya jangan di-Mundir-kan :D

Kisah angka 6666 di bokong sang saudagar…

Di kerajaan Melasnesia sedang terjadi perselisihan hebat antara seorang saudagar kaya raya yang menjabat sebagai menteri kerajaan dengan majalah “Oh Yes Oh No”.¬† Oh Yes Oh No baru saja menulis sebuah artikel yang membongkar skandal sang menteri. Bisnis sang menteri selalu mendapatkan perlakuan istimewa dari pihak kerajaan. Sang menteri yang bernama Tasman Bokir merasa tidak puas dengan tulisan Oh Yes Oh No yang dirasanya hanya berisi berita bohong dan telah mencemarkan nama baiknya. Satu lagi, sampul Oh Yes Oh No yang bergambar wajah sang menteri dengan tato 6666 di jidat membuat sang menteri berang bukan kepalang. Sang menteri pun mengadu pada TEMPPIK (Tempat Pengaduan Perkara Informasi dan Komunikasi). Disinilah sang menteri dipertemukan dengan ketua dewan syuro Oh Yes Oh No, KRMT Boyo Kuro.

Tasman¬† Bokir : “Saya tidak terima! Berita di majalah anda bohong!”

KRMT Boyo Kuro : “Kami mendapatkannya dari sumber terpercaya. Lagi pula semua masyarakat negeri pasti tahu akan persekongkolan mesum anda dengan raja. Pemberitaan kami juga seimbang, anda kan sudah memberi sanggahan.”

Tasman Bokir : “Apa? Berimbang? Masak berita bohong berlembar-lembar terus sanggahan yang cuma satu paragraf itu dikatakan berimbang?”

KRMT Boyo Kuro : “Baik, anda ingin hak jawab, silahkan.”

Tasman Bokir : “Terus maksud angka 6666 di jidat saya itu apa?”

KRMT Boyo Kuro : “Ah, itu cuman kebetulan saja kok”

Tasman Bokir : “Anda ini telah menyebarkan fitnah dengan gambar itu!”

KRMT Boyo Kuro : “Maksudnya?”

Tasman Bokir : “Anda bisa lihat sendiri kan, di jidat saya tidak ada tato 6666-nya. Tato 6666 itu ada di bokong saya!”

Akhirnya Oh Yes Oh No pun berdamai dengan sang menteri. Majalah Oh Yes Oh No edisi terbaru pun telah terbit dengan sampul bergambar bokong sang menteri.

Bonus spesial edisi akhir tahun : Kisah cerita tante girang!



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
27 queries. 0.216 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.