Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!


Archive for the ‘Macak pinter’


Gebyah uyah…

NaCl
Saya tertawa ketika seorang teman perempuan bercerita tentang keengganannya didekati oleh seorang cowok tetangga desa. Bukan karena si cowok kurang tampan atau kurang kaya, bukan pula masalah keyakinan, tapi hanya karena si cowok adalah pegawai DLLAJ (Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Lho memangnya ada apa dengan status kepegawaian si cowok tadi? “Ah pegawai DLLAJ kan jagonya mungli (kata kerja dari pungli)”, jawab teman cewek tadi. Hmmmm… sebegitu yakinnya si cewek mengambil kesimpulan. Terlalu digebyah uyah kata Wong Jawa. Gebyah uyah berarti melakukan generalisasi secara asal-asalan atau lebih gampangnya menyamaratakan suatu keadaan.

Bukan hanya teman cewek tadi, kita pun sering melakukan gebyah uyah ini. Kendati hanya oknum, namun kita selalu menarik menjadi sebuah kesimpulan umum yang mengarah pada profesi bahkan institusi dimana si oknum bernaung. Yang tentu saja berdampak pada rekan si oknum tadi. Tak heran sering kita mendengar olok-olok mengenai pekerjaan tertentu semacam polisi, tukang pegawai pajak, anggota DPR dan lain sebagainya. Seolah setiap profesi telah mempunyai citra tersendiri di tengah masyarakat. Anehnya hal ini tidak saja dilakukan oleh orang awam, seorang pakar pun sering meng-gebyah uyah suatu hobi (mungkin pekerjaan) sebagai penipu. Sungguh keterlaluan.

Kita sering meng-gebyah uyah pejabat selalu mementingkan perutnya sendiri ketimbang rakyat. Pejabat pasti koruptor. PNS pasti Pengangguran Nyaman Sejahtera. Polantas pasti suka per”damai”an. Tukang pegawai pajak pasti suka berhohohehe dengan wajib pajak. Anggota DPR pasti suka pelesir dengan biaya negara.

Apakah hanya gara-gara nila setitik, rusaklah susu sekeranjang? Apakah gara-gara seorang dosen tertangkap mencabuli mahasiswinya lalu kita menyimpulkan bahwa semua dosen adalah cabul :D

Bagaimana dengan anda, seringkah anda meng-gebyah uyah ?

Gambar diambil dari sini!

Software baru untuk desain rumah…

Kira-kira software apa yang paling banyak digunakan oleh para perancang griya alias arsitek semacam orang ini? Pasti jawabnya adalah AutoCAD. Tapi ada satu software lagi yang bisa digunakan untuk merancang bangunan secara akurat. Software ini sangat jarang dipakai oleh arsitek, entah kenapa?

Padahal software ini tidak kalah akuratnya dibandingkan AutoCAD. Software ini bahkan mempunyai keunggulan :

1. Pasti telah ada di setiap komputer, baik versi berbayarnya atau bajakan bahkan  versi gratisnya.

2. Dapat dijalankan oleh orang awam semacam saya ini, yang gak mudeng babar blas dengan AutoCAD dan sebangsanya itu.

3. Mempunyai keakuratan skala, bahkan desain lantai berikut model pemasangan keramik bisa kita gambarkan dengan sempurna.

Anda tentu penasaran bukan? Software apakah itu? Jawabnya adalah Microsoft Office Excel. Atau anda dapat pula menggunakan OpenOffice Calc. Anda tidak percaya? Mungkin kelak Excel akan menggeser popularitas AutoCAD. :D

Kenapa ya, kok saya tiba-tiba membahas soal desain rumah. Ya, sekarang saya sedang senang-senangnya mendesain rumah. Sekedar mewujudkan mimpi. :D Jadi anda berminat mencoba menggunakan excel untuk mendesain rumah?

Gambar diatas adalah hasil karya saya menggunakan Microsoft Office Excel 2007 ASLI!

Fatwa haram rokok…

Sejak kemarin malam saya agak terperanjat ketika membaca detik. Sebuah berita baru dan saya prediksi bakal mengguncangkan Indonesia. Hayoo apa coba? Rekaman telepon, ah sudah lewat. Supriyadi muncul lagi, ah saya gak mau membahas itu. Lalu apa? itu lho soal rokok-merokok.

Kak Seto, ketua KPAI meminta kepada MUI untuk memberikan fatwa haram untuk rokok dan merokok. Alasan KPAI adalah untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk rokok. Banyak data yang menyebutkan bahwa jumlah perokok anak [atau anak perokok ya?] semakin menunjukkan peningkatan. Salah satu upaya untuk mencegah hal itu adalah dengan memfatwakan haram terhadap rokok dan tentu saja aktivitas merokok sendiri.

Weh la da lah… MUI? Rokok? Masak sih fatwa MUI masih bisa diandalkan. Lha fatwa yang lain saja hanya dianggap angin lalu kok oleh umatnya. Sebelum membahas lebih jauh tentang rokok, saya mencoba membahas fatwa-fatwa MUI terlebih dahulu. Saya terkadang heran, kenapa terlalu sering MUI mengeluarkan fatwa atau dipaksa mengeluarkan fatwa hal-hal yang “aneh-aneh”, mulai sepele hingga sepolo. Coba anda pikirkan atau bayangkan saja deh….

1. Fatwa haram mencuri listrik.

2. Fatwa haram membajak… Coba yang gemar nonton VCD atau DVD, kalau beruntung pasti anda pernah menjumpai tulisan ini.

3. Fatwa haram golput. Read More



Berpikir Merdeka © 2007-2009 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress. Need furniture? and pallet delivery
32 queries. 0.348 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.