Abdul Hadi Jamal; Korupsi bukan masalah Jawa-luar Jawa…
Ir. H. Abdul Hadi Jamal, SH. MM. anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini baru saja tertangkap basah oleh KPK. Saya tidak akan mengulas panjang lebar tentang bagaimana kisah penangkapan anggota dewan yang terhormat ini. Yang jelas Ir. H. Abdul Hadi Jamal, SH. MM. juga mempunyai blog. Silahkan simak blognya yang baru saja direnovasi oleh tim suksesnya itu. Dulu, sebelum pemilik blog ini tertangkap basah oleh KPK, pengunjung bisa meninggalkan pesan dengan mudah melalui shout box yang entah mengapa kini tidak terpampang lagi di blog kerennya itu. Tapi jangan khawatir, silahkan kunjungi shout box itu langsung disini. Semoga pesan anda akan dibaca oleh Ir. H. Abdul Hadi Jamal, SH. MM.
Korupsi bisa dilakukan oleh siapa saja. Korupsi tidak pandang agama atau keyakinan, bisa saja seorang haji bangkotan yang sudah tujuh puluh kali naik turun haji melakukannya. Bisa juga dilakukan oleh seorang pendeta bandotan, bhiksu tengik hingga seorang kejawen deles. Korupsi bisa juga dilakukan oleh etnis manapun mulai Jawa, Bugis, Madura, Sunda, Dayak, Betawi, Minang, Makian, Bali, Tenggr, China dan lain sebagainya. Sekali lagi semua orang bisa melakukannya asal ada kesempatan. Tentu saja kesempatan bisa dicari, bukankah dalam kesempitan pun akan terbuka kesempatan.
Sebuah komentar lucu disampaikan oleh seorang pakar pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Dr. Armin Arsyad, MSi :
… Menurutnya apa yang dilakukan KPK adalah bukti keseriusan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-HM Jusuf Kalla, dalam melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini.
“Jadi memang saatnya semua berhenti melakukan KKN supaya bangsa ini bisa maju,” tegasnya saat dihubungi Upeks, Selasa (3/3) malam. Ketika ditanya seputar aksi penangkapan KPK yang kebanyakan targetnya adalah pejabat yang berasal dari luar Jawa, sebutlah anggota DPR RI Hamka Yandhu dan Hadi Jamal asal Sulsel, Alamin Nasution dari Riau, Armin menuturkan hal itu semata-mata karena kemampuan orang-orang dari kalangan Jawa untuk menutupi aksi mereka.
“Mereka mampu membedakan yang mana perangkap yang mana bukan perangkap, dan mereka itu tidak akan mengambil kalau itu perangkap,” katanya sambil tertawa. Lebih lanjut ditanya apakah kasus yang menimpa Hadi Jamal salah satu contoh dari yang dia ungkapkan bahwa ada kemungkinan dijebak, Ketua Jurusan Fisip Unhas itu menegaskan bahwa KPK tidak akan melakukan penangkan, jika tidak memiliki bukti awal yang meyakinkan. “Saya kira ini perangkap atau jebakan, karena KPK tidak mungkin menangkap tanpa ada bukti yang kuat dan saya kira KPK sudah lama mengincar,” terangnya. Kendati demikian kembali Armin meminta KPK tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah dan tidak terburu-buru menuduh. …
Saya tidak tahu, apakah Pak Doktor tersebut tidak pernah mengikuti berita. Bukankah sudah banyak pula orang-orang dari kalangan Jawa yang ditangkap oleh KPK? Apakah Pak Doktor yang juga MSi itu tidak mengetahui Ismunarno, H. Agus Supriadi dan kawan-kawannya…
Pak Doktor seharusnya mengerti, sejak otonomi daerah ruang korupsi bukan lagi [hanya] di Jakarta atau Jawa. Namun jauh hingga pelosok NKRI. Pundi-pundi uang yang mengalir sejak era otonomi daerah begitu melimpah. Aneka dana dengan aneka istilah mengalir dengan deras ke seantero negeri, terutama luar Jawa. Tak jarang isu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dijadikan topeng untuk meraih kekuasaan melalui pemekaran daerah.
Jadi sekali lagi, Pak Doktor… Korupsi itu bisa dilakukan siapa saja. Janganlah Pak Doktor yang juga MSi mengeluarkan pernyataan yang lebih mengedepankan sentimen Jawa-luar Jawa. Jangan lah pak…
Jangan alihkan isu pemberantasan korupsi dengan isu SARA!!!
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!





March 8th, 2009 at 22:54
apa orang yang di jawa memang lebih pinter strategi koropsinya po yah
memang jika di amati kok begitu yah hahaha
sebenarnya potensi untuk koropsi memang tidak terbatas jawa atau luar jawa kan
ayo korupsi
Reply
March 8th, 2009 at 23:04
Bisa juga
Dilakukan seorang kyai walaupun sudah bergelar Msi
Reply
genthokelir reply on March 8th, 2009:
maksudnya MAKSUDNYA …….SLAMET WIDODO ST MSi gitu …..plak plak
Reply
ciwir reply on March 9th, 2009:
apalgi dilakukan oleh seorang gentho mesti genah isoh.. huahahaha
Reply
Jauhari reply on March 14th, 2009:
Itulah Republik Genthonesia ala Mbah Dipo
March 8th, 2009 at 23:39
Ya memang korupsi itu bisa dilakukan siapapun, tanpa ada perbedaan jawa dan luar jawa, maklum godaan harta itu pengaruhnya besar banget
Reply
March 8th, 2009 at 23:47
Yang pengin korupsi tanpa berbau sara, belajar dulu sama saya…
Reply
March 9th, 2009 at 00:03
demi kebaikan nama anda, koropsilah dengan baik dan benar…, jangan berlagak seperti tarsan kota, berangkat pake cawet pulang bawa toyota alphard, tapi masih cawetan dowang…
Reply
March 9th, 2009 at 00:21
mau di bawa kemana negara kita ini…??
Reply
March 9th, 2009 at 06:15
beh… ngejak rame po ya?
Reply
March 9th, 2009 at 06:58
orang korupsi biasanya suka ngeles. minimal mengatakan masih ada yg lebih parah disana…
tp juga gak korupsi. saat dewi persik dibredel goyangannya. langsung bilang…ada yg lebih parah disana.
Reply
March 9th, 2009 at 13:30
korupsi yang baik adalah korupsi secara berjamaah…
ayo sopo imame? aku makmum cah….
Reply
March 9th, 2009 at 14:29
picik kalo korupsi dikaitkan dengan ras
Reply
March 9th, 2009 at 18:20
Hus.. ojo banter2 ngomong ISMUNARSO, ngkuk digoleki wong Situbondo cabang Meduro awakmu …
Reply
March 9th, 2009 at 19:10
Wah, kebangetan. Gelare Doktor plus MSi kok pemikirane isih cupet ngunu
Reply
March 9th, 2009 at 20:27
AYO KORUPSI !
asal nggak ketahuan…
Reply
March 10th, 2009 at 01:09
jadi inget ada yang pernah ngomong : “ah kalian ini, sudahlah jawa…. kafir pula” hahaha
Reply
Jauhari reply on March 14th, 2009:
Belum Mandi pula
Reply
March 10th, 2009 at 08:34
korupsi sudah menjadi masalah bangsa indonesia
byme salam kenal
Reply
March 10th, 2009 at 16:16
halah…. Kok isa isane korupsi dikaitkan dengan asal seseorang…
Reply
March 10th, 2009 at 23:19
alahhh ini lagi mo ikut nyambi ngetren diatas penderitaan orang huh dasar !!!
Reply
March 11th, 2009 at 20:15
ooh….para tikus lagi…
semoga tikus2 itu juga tidak ada di kamar kostku
Reply
March 12th, 2009 at 12:21
(doh) sekolah duwur2… e lha kok mung arep dadi maling…
sementara ini saya masih percaya sepenuhnya dengan KPK, mungkin hanya mereka lembaga satu-satunya yang bebas dari praktek colong menyolong yang memuakkan ini…
MSi (Maling Silit Ireng)
Reply
March 12th, 2009 at 21:14
Ya, kalau nggak ada yang belain pak Abdul, siapa lagi? Mungkin pak Doktor temennya kali?
Reply
March 13th, 2009 at 11:15
korupsi ya korupsi, ndak ada jawa non jawa.. wes jan parah…
Reply
March 13th, 2009 at 11:17
itu hanya pengalihan isu yang aneh pak. hehehe… .
Reply
March 13th, 2009 at 13:31
haaaaaaaaaa negara kok isinya cuma koruptor aja
Reply
March 13th, 2009 at 16:17
jadi males mencontreng caleg..
Reply
Jauhari reply on March 14th, 2009:
GASAK MBAK!
Reply
March 13th, 2009 at 17:53
wah emang bener kang. kabeh kudu ditindak. diajar kabeh wae sing salah. termasuk wong jowo, pean masuk g? hehe
Reply
March 14th, 2009 at 14:50
Dasar ngga punya moral !!!
korupsi merajalela
Reply
March 14th, 2009 at 17:22
kayakna ne orang terlalu banyak belajar demi mengejar doktor ma msi nya ampe lupa nonton berita ….
lebih enakan nonton bokep lho (lmao)
Reply
March 14th, 2009 at 19:50
Kasihan ama GELAR DOKTOR ama MSi nyaaa.. PERCUM TAK BERGUN!
Reply
March 17th, 2009 at 00:00
koq pake dikotomi pak dokter..ehh pak doktor..
nah khan, jd salah kaprah nih dq
Reply
March 18th, 2009 at 11:01
Yah, gak perlu ngotak2 in korupsi lah, mau luar jawa dalem jawa tetep aja namanya korupsi dan harus dibasmi
Reply
March 19th, 2009 at 03:07
Wah, kok malah jadi isu rasial gini ya. Pasti itu bukan doktor beneran, karena gelar panjangnya adalah ‘doktor-andus’
Reply
March 19th, 2009 at 05:36
semoga yang korupsi tidak bisa ereksi andaikan bisa semoga ejakulasi dini
Reply
March 20th, 2009 at 10:37
setuju, semoga yg korupsi jadi impotensi, dan tambah lagi, kena ambeyen juga, biar gak bisa duduk dikursi lagi, amin
Reply
March 20th, 2009 at 17:42
maling jawa memang lebih lihai, dari jumlah total koruptor kebanyakan ketangkap malah koruptor luar jawa, padahal di jawa besarannya lebih 2 kali lipatnya. Penduduk RI saja hampir 50 % ada di jawa ckckckckc
dasar jawa jancokk
Reply
March 28th, 2009 at 01:09
politik memang penuh intrik
Reply
April 12th, 2009 at 16:58
Sentimen yang bertujuan untuk mendongkrak popularitas. Saat ini kan pengamat2 politik sudah seperti selebrity. Makanya doktor yang satu ini pun mencari peluang untuk jadi seleb
Reply
May 17th, 2009 at 06:20
Hahahah… lucu juga tuh komentarnya. Yang namanya dosa (korupsi-red) bisa datang di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Kayaknya anak kecil aja tau deh yg kayak gitu
Tul ga pak?
Reply
July 12th, 2009 at 10:31
Memberantas Korupsi jgn yang kecil2 dan sedeng2 alias menengah kebawah saja. Tuh korupsi besar2an dan bersifat massal seperti BLBI dan selevelnya apalagi untuk biaya politik Penguasa hampir tidak terjamah dan atau prosesnya muter2 terusssss….. Bahkan sudahada yang digelarkan karpet merah untuk masuk Istana Negara. Gimana nih, sandiwara melulu…. akhirnya SBY = Susah Bener Ya jadi orang kecil (hanya dikibulin melulu) dan Sueneng Banget Ya jadi penguasa dan pengusaha(yang dekat Penguasa) .
Reply
November 12th, 2009 at 23:36
Hi! TsmLeB
Reply