Caleg dibalik ketiak…
Pemilu sebentar lagi. Fatwa haram golput pun telah diputuskan oleh komplotan ulama Indonesia yang bernaung dibawah organisasi bernama MUI, Majelis Ulama Indonesia. Terserah bagi kita, apakah masih percaya dengan fatwa komplotan ulama itu atau tidak. Seperti halnya fatwa-fatwa lucu lainnya, fatwa haram mencuri listrik misalnya. Sungguh bahan tertawaan yang sangat menghibur. Fatwa haram mencuri listrik? Kelak pasti akan ada fatwa haram mencuri kambing, mencuri sapi, mencuri pupuk, mencuri sandal hingga mencuri keyword. Ah, sudahlah…
Caleg pun dengan gegap gempita menyambut acara pemilihan ini. Kursi empuk dengan aneka tunjangan telah menunggu di gedung dewan. Aneka usaha dikerahkan, mulai dari menyebar poster, kalender, kaos, spanduk, bendera hingga membikin akun di berbagai jejaring sosial. Semua usaha dikerahkan demi meraup suara.
Sayang, masih banyak caleg yang tidak dewasa. Caleg yang masih anak-anak dan bersembunyi dibalik ketiak orang tuanya. Hanya mengandalkan nama besar orang tua untuk meraih kepercayaan. Tak kurang aneka kalimat semacam,
….putra kiai pendiri PKI.
….putri proklamator.
….putra KH. Amin Nasution.
….putri Pakdhe Gentho.
….putra KH. Wong Fei Hung, dewan syuro PSSI
bertebaran dimana-mana.
Oalah, caleg-caleg… keluarlah dari balik ketiak orang tuamu!
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!





February 1st, 2009 at 14:18
Kalau begitu artinya saya masuk neraka gara2 golput? oh dan ada satu lagi yg baru deklarasi di monumen Jogja Kembali: Cucu Jenderal Soedirman
Reply
genthokelir reply on February 3rd, 2009:
fenomena ini sangat kental sekali bahkan rela menjejerkan foto Almarhum orang tuanya di sebelah dirinya untuk mencalonkan diri sebagai caleg.
itu sebenarnya merupakan bukti atas tidak percaya dirinya sebagai calon pemimpin , ngono kok dipilih lueh baik ora sah wae hahaha
Reply
abdee reply on February 10th, 2009:
bukan Cucu Jenderal Sudirman.
Tapi Cucu Menantu Jenderal Sudirman.
Reply
February 1st, 2009 at 14:31
ada yang nggak punya ketiak loh…
lha kepalanya garuda aja dipenggal..
ckckckckck….
Reply
February 1st, 2009 at 14:44
5 taun lagi aku mau nyaleg ah…
*Pakne DIKI dan NANIN*… kira2 pada kenal nggak ya??
Reply
denologis reply on February 5th, 2009:
(k)
sampeyan nyaleg wae panggah ndak ada yang kenal….
(dance)
:p :p :p :p
Reply
February 1st, 2009 at 15:24
aku nyoblos anake tasman ae
Reply
Jauhari reply on February 3rd, 2009:
Perlu konco ora?
Reply
madhysta reply on February 7th, 2009:
meluuuuuuu………..
Reply
February 1st, 2009 at 16:01
hmmm, mungki ketiak orang tuanya baunya wangi.. wewkeke
Reply
February 1st, 2009 at 16:30
jadi, brewok ulama berpindah tempat?
heheheheh
Reply
February 1st, 2009 at 19:41
tetep golput, biarlah haram hahaha
Reply
February 1st, 2009 at 19:46
ada juga bapak yg numpang nama beken anaknya yg ngartis
*golpyut*
Reply
7@n2ri reply on February 17th, 2009:
yups bener tu.. malu2in aja!!
Reply
February 1st, 2009 at 23:03
saya ogah golput, mendingan saya abstain aja deh
ayo kita cukur ketiak eh maksudnya bulu ketiak bapake hehehehehe
Reply
February 1st, 2009 at 23:13
Asal bukan ketiak sampean mbah…
mesakne anake…
Reply
February 1st, 2009 at 23:32
…Putra Kyai Slamet, kok nggak ono yo
Reply
February 2nd, 2009 at 00:36
caleg pancen gak beres, mangkane aku pilih DOSA AKBAR, fardhu…!!!
Reply
February 2nd, 2009 at 01:35
beginilah kalo budaya patron msh kuat..
Reply
February 2nd, 2009 at 04:25
opo seh yang gak dol abel nang negeri iki? kabeh iso di dol kok kekeke
Reply
Jauhari reply on February 3rd, 2009:
Bayar wis
Reply
February 2nd, 2009 at 04:44
weiks.. itu gambar ketiak siapa ya… kok mengerikan betul hehehe
Reply
February 2nd, 2009 at 08:55
6 tahun lagiy saya akan mencalonkan menjadi caleg..
=)) AMIEN
Reply
February 2nd, 2009 at 09:24
itu skrinsut top bener om..
Reply
February 2nd, 2009 at 10:04
BAIKLAH, SAIA AKAN MENDEKLARASIKAN DIRI SAIA, SEBAGAI CALEG…
….PILIH SAIA YA…
MANTAN TEMAN NGOPI, MBAH DOSEN SALMET,…
MANTAN MAHASIWA BEDA JURUSANNYA, MBAH DOSEN SLAMET,…
KIRA-KIRA KALO DI BAWAH KETIAK PEAN JADI GA YO PAK?
Reply
February 2nd, 2009 at 12:23
ah, itu juga bagian dari keberagaman di negara kita kok
Reply
Jauhari reply on February 3rd, 2009:
Betul….. COBLOS BRENGOSE!!!
Reply
February 2nd, 2009 at 14:30
Sek-sek.. seng mengatas namakan putra kiai pendiri PKI iku temen ta??? Emang diperbolehkan Putra ex PKI jadi Caleg????
Reply
February 2nd, 2009 at 15:37
Gambare serem euy…….
Reply
February 2nd, 2009 at 16:22
Jangan2 Surga telah pindah, dari telapak kaki ibu ke ketiak Orang Tua ya mas
Reply
February 2nd, 2009 at 21:41
sepakat kalo kursi itu empuk
Reply
February 3rd, 2009 at 13:14
Sisan ngumpet neng selangkangan ben iso
Reply
madhysta reply on February 7th, 2009:
apa bawor duwe slangkangan????
Reply
February 3rd, 2009 at 15:51
keliatanya di bawah ketiak mas…tapi sebenarnya di belakang pantat….halah….suwun suwun suwun….
Reply
February 3rd, 2009 at 16:27
Emang orang tuwanya punya KETIAK??????
Ketiak BERIAK tanda TAK DALAM!!!!!
Reply
February 3rd, 2009 at 20:27
hahaha mosok anakku nyaleg hahaha
Reply
February 3rd, 2009 at 20:29
fenomena ini sangat kental sekali bahkan rela menjejerkan foto Almarhum orang tuanya di sebelah dirinya untuk mencalonkan diri sebagai caleg.
itu sebenarnya merupakan bukti atas tidak percaya dirinya sebagai calon pemimpin , ngono kok dipilih lueh baik ora sah wae hahaha
banyak sekali bahkan itu kenampakan umum banget jika sangat pengecut ( hore jangan pilih Pengecut )
Reply
February 3rd, 2009 at 22:23
Yang cuman saya tahu “Putri Proklamator” itu, yg lainnya siapa ya.
)
Reply
February 3rd, 2009 at 23:13
kalau aq sih cuma tuhan yang tahu……….
Reply
February 4th, 2009 at 03:56
Wong wes do mati kok ya isih digowo2 jenenge, marai ra tenang nang alam baka kono…
Reply
February 4th, 2009 at 09:21
ada anggota MUI jadi caleg nggak ya ????
Reply
February 4th, 2009 at 09:44
awaaassss gaeane jauhari kharooooomm . . apa maneh replyne . .

bagaimana klo kita saling mengutuk, mengharamkan, menyantet, mengumpat saja . . . . berkhayal punya tenaga dalam seperti ‘ka meha2′nya wu kong, ‘lembu sekethi’nya mahesa jenar . .
jenenge berkhayal lak oleh ae tah rek . .
wong kuna ae lak tau omong :
* lek jaman edan, gak edan gak keduman
* sak beja bejane uwong, jik beja sing eling karo waspada . . .
hua ha ha ha ha . . iku ya wis koyok ki gendeng dalang edan . .
* pokoke tomboka nggik nomer 08172410XXXX, leh kate keprucut nomer ku . . . . wis rek!
Reply
February 4th, 2009 at 11:55
Berarti caleg yang belum dewasa nggak usah maju ya?
Reply
madhysta reply on February 7th, 2009:
bisa saja… caranya ketik REGKETIAK
Reply
February 4th, 2009 at 17:35
wah… susah juga donk kalo ditakdirkan jadi anaknya ortu yang punya ketiak… trus mau jadi apa? huhu…
Reply
February 4th, 2009 at 18:51
[poli]tikus ngeblog? mungkin biasa. tpi kalo blogger berpolitik, mungkin cuman saya……..
Reply
February 5th, 2009 at 05:49
lebih parah lagi mreka pasang umbul2 ga ijin…depan pager rumah gw tuh contoh nya…pagi2 buta dipasang sebel
Reply
February 5th, 2009 at 05:51
nonton gambare rambute kelek kok ra dicukur.
Reply
madhysta reply on February 7th, 2009:
kaya mie ayame pak kumis….
Reply
February 5th, 2009 at 07:08
meraih simpati orang ramai dengan berbagai cara adalah trik paling manjur calon anggota dewan sekarang. Sebenarnya trik seperti ini adalah pembodohan paling massif dalam sistem pemilu kita. Tapi rakyat tak berdaya lantaran sistem ini juga dibentuk dengan cara-cara kotor, hitam dan tak lazim dalam sistem demokrasi manapun.
Soal fatwa MUI saya hanya bikin posting soal fatwa mereka yang terkesan murahan itu. salam
Reply
February 5th, 2009 at 10:47
“Fatwa haram mencuri listrik? Kelak pasti akan ada fatwa haram mencuri kambing, mencuri sapi, mencuri pupuk, mencuri sandal hingga mencuri keyword.”
Prasaan dari dulu mencuri itu haram deh mas
Reply
February 5th, 2009 at 10:49
ada seorang mbak nitip pesen, “itu kyai temanmu itu kenapa masang gambar nggilani ya?”
saya jawab, “bayangin kalo itu gambar caleg di pihon, pasti dikira tanaman sulur menjalar!”
Reply
February 5th, 2009 at 10:59
hahahaha….berarti caleg2 itu ndak pede pake nama sendiri mas.
lucu yha…kok ndak nyebut perush sendiri
dulu aku pernah kerja di perush. kecil gituh, tiap promosi pasti gini “Saya si nyonya X istrinya bapak Y yg kerja di perush Z” perush Z ini perusahaan besar
Reply
February 5th, 2009 at 11:31
ketiaknya serem gitu, kok mau-mauny para caleg berada di baliknya….
Reply
bodrox reply on February 5th, 2009:
kan lebat, kalo gundul mo sembunyi di mana coba?
Reply
February 5th, 2009 at 15:42
jancukk…..! wis nyelengi 2 anak-e…ngalah-ngalahi aq rek…
Reply
February 5th, 2009 at 16:39
pak yai, sang dewi itu nusantara tercinta dan sang pemanah persis dugaanmu… kapan-kapan aku akan intip yang lain, udah ada beberapa tapi masih dites kevalidannya…
Reply
February 6th, 2009 at 10:06
intinya sebelum maju jadi caleg , harus cukur bulu ketek dulu, bukan gitu pak yai?
Reply
February 6th, 2009 at 15:06
Kategori dewasa itu yang gimana Pak Kyai.. pean bikin postingan ini jangan2 untuk meraih dukungan pembentukan komplotan kyai indonesia – sebagai tandingan komplotan ulama indonesia… ato pean sendiri mo maju jadi caleg?
Reply
February 6th, 2009 at 15:09
Wadu, salah komen pak kyai…. kategori dewasane kudune ga ada..
komenku yang ini pak kyai…
Reply
February 6th, 2009 at 15:46
ah sudahlah..
Reply
madhysta reply on February 7th, 2009:
yaaaah… masih pingiiin….
Reply
February 7th, 2009 at 13:00
lek aku nyaleg PakKyai, spandukku ngko kan tulisane
“….putra penjaga sekolah”
*JanCok ancene kon Gus….”
Reply
February 7th, 2009 at 21:28
do u satisfied with the results of indexing by google (with commentluv)?
Reply
February 8th, 2009 at 00:32
ketiak e kok kaya semak belukar, lebat banget ngunu. Ana tumo-ne po ra kuwi?
Reply
Omtri reply on February 9th, 2009:
Bar tak petani Rie. Wes resik, tak kramasi nganggo shampoo motor sing anti ketombe barang kok.
Reply
February 8th, 2009 at 06:56
Asu, ilustrasine ngguatheli!
Reply
February 9th, 2009 at 16:33
waduh blaen iki, saya dari punya hak pilih sampe sekarang blom pernah nyoblos je…
Reply
February 9th, 2009 at 16:59
klo dah jadi…eh nambah dibawah ketiak…
istri…he..he..
Reply
February 10th, 2009 at 18:34
Assalamualaikum wr. wb.
Mohon maaf, kalo tidak keberatan saya bermaksud untuk meng-informasikan kepada seluruh pembaca web bapak.
Perihal Ziarah Walisongo Jawa – Madura
Kini ada kabar gembira, bagi mereka yang belum pernah berziarah ke makam para wali baik secara keseluruhan maupun sebagian, Majlis Ta’lim Baitul Ilmi, NH Tours & Travel dan Media Asosiasi Tbk mengadakan acara ‘ZAWARA’ – Ziarah Walisongo dan Madura. Bukan hanya itu saja, kita pun dapat mengunjungi tokoh-tokoh bersejarah lainnya..
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://www.asosiasi.org
Jika tidak keberatan, mohon informasi ini di posting ulang (tidak berupa komentar) sehingga pembaca dapat melihat secara langsung.
Demikian, terimakasih atas kesediannya
Wasalam,
Manajemen
Reply
February 11th, 2009 at 08:15
anaknya si A, cucunya si B, papanya si C
kapan muncul selingkuhannya si X, PILnya si Y, langganannya si Z?
Reply
February 13th, 2009 at 12:02
lebih baik jadi rakyat tapi bermanfaat
daripada jadi caleg atau anggota dewan yg tidak bermanfaat
Pisssss……….
Reply
February 14th, 2009 at 20:36
lha sampeyan gak nyaleg, kang ?
*nunggu, fatwa MUI tentang haram nge-blog
*
Reply
February 18th, 2009 at 14:13
wew keriaknya serem
tapi apapun pilihaya tetep milih air putih dech
Reply
February 20th, 2009 at 14:52
tapi pasti ngak ada yang ngaku ngaku sodaranya soewoeng kan….
aman deh diriku
Reply
February 23rd, 2009 at 17:45
ih…bau!!
kok baunya ampe cini2 ceh…????
Reply
February 27th, 2009 at 22:39
memang aneh tuh, masih ada ngedompleng nama bapaknya..
mungkin aja kalau ditanya cita2 dia, dia ga bisa jawab dgn lancar,,haha..
Reply
March 7th, 2009 at 17:15
potone sopo lho kwi pak..
)
Reply
April 8th, 2009 at 15:43
Hi there I like your post
Reply
May 19th, 2009 at 09:44
g ada ketiak wangi klo g disemprot parfum dulu,,
Reply
September 2nd, 2009 at 11:27
udh tau bnyak caleg yang bersmbunyi dbwah ketiak ortunya………..
koq masih dipilih?????????????
Reply