Gambar tempel atawa stiker…
Sah-sah saja gambar tempel alias stiker ditempelkan di atas tunggangan kita. Ada yang menjadikannya kebanggan, apalagi jika stikernya terkesan eksklusif (atau kelihatan eksklusif). Mahasiswa (lebih-lebih mahasiswa baru) akan bangga jika motor atau mobilnya ada stiker “resmi” universitasnya. Tak mengherankan jika sering kita jumpai motor atau mobil dengan stiker Airlangga University, ITS CUK, Universitas Brawijaya atau bahkan Monash University. Untuk yang terakhir, biasanya menempel di kaca belakang mobil mewah, jangan harap ada di spatbor belakang sebuah Honda C-70.
Stiker juga dapat menunjang status sosial pemiliknya. Anak muda akan bangga jika kaca belakang mobilnya ada stiker Huro’s Cape, Planet Kemliwood atau Karley Dapidson Club. Stiker juga menunjukan komunitas dimana si pemilik berhimpun, entah klub motor atau bahkan koperasi simpan pinjam.
Banyak cara menempelkan stiker. Banyak yang memikirkan segi estetika bahkan kesimetrisan bentuk dan ruang. Jadi bukan asal tempel. Tapi beda dengan saya. Saya justru menempelkan stiker secara asal, asal nempel tentunya. Lihat saja spatbor belakang dan cover depan motor saya. Semua mak plek tanpa pikir panjang. Lalu apa tujuan saya menempel stiker itu?
Yang jelas saya tidak pernah mengeluarkan uang untuk mendapatkan stiker itu, semua saya dapatkan cuma-cuma sebagai hadiah. Lihatlah stiker Eiger itu… Itu saya dapatkan ketika saya berbelanja produk Eiger. Sedangkan stiker dagdigdug, saya dapatkan beberapa hari lalu ketika mengikuti seminar bloggerub. Sedangkan stiker Intisari saya dapatkan karena saya pelanggan majalah mungil nan mencerdaskan itu.
Norak? Mungkin? Kenapa asal tempel? Ah tujuan saya cuma memberikan sesuatu yang beda terhadap motor. Agar ketika berada di rimba pelataran parkir saya dengan mudah menemukannya. Stiker yang besar dan mencolok membuat saya dengan mudah menemukan motor ini, terlebih di pelataran parkir yang luas dan masih asing bagi saya.
Stiker pada kendaraan bermotor juga sebagai sarana promosi, tak beda dengan penutup ban cadangan pada mobil. Aneka produk membagikan pentup ban cadangan gratis dengan harapan akan banyak mata yang meliriknya ketika mobil berada di keramaian lalu lintas. Begitu pula dengan stiker. Masih ingat dalam benak saya bagaimana strategi kapanlagi yang menempelkan stikernya di kaca belakang angkot.
Ketika berada di keramaian lalu lintas, terkadang terlintas di benak saya ada pengguna jalan lain di belakang saya yang kurang kerjaan dan membaca stiker yang terpasang di motor saya. Saya bayangkan akan ada orang yang tergelitik untuk membuka dagdigdug kemudian ngeblog-lah dia disana. Kedahsyatan promosi lewat stiker akan semakin menjadi ketika saya juga menggunakan kaos dagdigdug (misalnya). Bayangkanlah ketika saya sedang melintas di keramaian kota, ribuan pasang mata akan memandang stiker dan juga kaos saya yang bertulisan dagdigdug. Mungkin ketika dia berkesempatan mangakses internet akan mengetikkan dagdigdug di perambahnya, sekilas membaca dan beberapa saat kemudian dia akan mulai ngeblog dan akhirnya kecanduan. Belum lagi ketika di meja kantor saya tersaji kopi dengan mug dagdigdug. Mahasiswi (bukan A) bimbingan saya akan melirik mug dan segera terekam di otaknya “dagdigdug” persis seperti kondisi jantungnya karena berhadapan dengan saya. Halah… ![]()
Jadi kapan paman ngirim itu semua? Lho kok…
Bagaimana dengan anda? Apakah suka gambar tempel juga?
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!






September 4th, 2008 at 15:41
waaah paid post?
hehehehe
Reply
Ronggo reply on September 4th, 2008:
bonceng ya mas
wek kok stiker tanpa tinta .com gak ada ya
Reply
mbah gundul reply on September 5th, 2008:
iya neh paid review yo yai??? dag dig dug ngasi berapa dollar … wkakakaka
Reply
September 4th, 2008 at 15:44
huu sing bar entuk gambar stiker dagdigdug.. ekekeke
Reply
Jauhari reply on September 10th, 2008:
Dag karena Dig trus DUG deh
Reply
September 4th, 2008 at 15:53
Stiker wajah Kyai Slamet jug gpp. wong montor milik dewek koq!
Reply
September 4th, 2008 at 16:32
Hehehehehe…
Memang iklan bisa dilakukan dengan beragam cara, saya pun juga memajang http://www.sapimoto.com pada pantat bahenol motor saya, berharap ada traffic nyasar…
Reply
September 4th, 2008 at 16:47
pengen nempeli http://www.slametwidodo.com
tapi kok gak ada yang ngirimin ya..
kapan ni kyai slamet ngirimin stiker
Reply
September 4th, 2008 at 16:58
nanti saya kasih stiker http://www.caplang.net deh
tapi harus ditempel yak…
Reply
September 4th, 2008 at 17:11
Wah kalau saya justru males nempelin stiker walau dikasih gratisan.
Enggak ada alasan khusus sich, cuma males aja
Reply
September 4th, 2008 at 17:33
Intine njaluk stiker lan kaos nang Paman Tyo?
Owalah…
Reply
September 4th, 2008 at 18:37
heheh Mbah kapan bikin setiker ” Kyai Slamet.com ” heheh minta kirim dong biar selamet juga hehehe
Emang kenapa kalo ketemu Mbah slamet kok Dagdigdug apa emang mbah Slamet bikin dredeg hehehhe
Reply
September 4th, 2008 at 19:57
argh….. jadi pengen buat stiker http://jadul.com tapi bagus ga ya?
Reply
September 4th, 2008 at 20:11
wahaha, iyo iki…
)
paid post detected
eh, iya. bikin stiker dan kaos slametwidodo.com atau 3S
trus disayembarakan kayak kemaren
Reply
September 4th, 2008 at 21:10
sah saja sih mas eh bulan ini Kyai ya.. nempelin stiker asal di motor ato mobil ato aset sendiri. kan sering tuh stiker “iklan” ditempel saat kita parkir. bikin bete.
Reply
September 4th, 2008 at 21:24
kalo aq sih sykanya stiker bal-balan, bung slamet
Reply
September 4th, 2008 at 22:18
Om,bikin sticker tulisan di truk-truk itu yuks?
“Ojo dumeh”
“CJDW”
“Kutunggu jandamu..”
hehehe..
Reply
September 4th, 2008 at 23:21
stiker JAV maniac ….ora mbok pasang kang?
Reply
September 5th, 2008 at 01:25
Mantab!
Kapan2 motor “buntu”ku juga tak foto e ah..
Kan ada stikernya dagdigdug jg..
Reply
September 5th, 2008 at 04:59
kapan bikin stiker KYAI FANS CLUB ???
Reply
September 5th, 2008 at 09:57
Saya mikirnya ntar susah ngebersihin pas ntar dah bosen ma stiker
Reply
September 5th, 2008 at 10:32
*ngakak baca komen Kanda =))
suka juga sih sama stiker…yg paling Ndutz suka tuh stiker MOS SMK Ndutz yg warna biru…asyik…
Reply
September 5th, 2008 at 10:37
ganok orderan dadi kyai, pait review disikat. bener-bener tindakan survive
Reply
September 5th, 2008 at 12:20
benar2 buat nampang
Reply
September 5th, 2008 at 14:21
saya sih suka ajah asal gambar tempelnya emang keren dan layak pajang juga punya gengsi tinggi hehehehehe/…
Reply
September 5th, 2008 at 18:15
paman tyo mana suka stiker, wong mobil CRV nya yang kiyes kiyes silver metalik itu mulus banget je…
Reply
September 7th, 2008 at 03:29
Waduh, stiker saia dimana ya?
Reply
September 7th, 2008 at 06:39
Kalau Si Ngorok, sepeda motor saya, ada cutting sticker bertuliskan http://www.kombor.com. Belakangan saya tempeli juga sticker logo Partai GERINDRA.
Reply
pramudyaputrautama reply on September 7th, 2008:
wah … kampanye
Reply
September 8th, 2008 at 10:26
matur nuwun. tapi mana stiker kyaislamet.com? itu brand hebat lho… ada juga yang panjang: slumanslumunslamet.com.
Reply
September 11th, 2008 at 01:36
punyak saya tak tempel di helm (helm yang asli, bukan helm yang lain lo kyai, wekekeke…)
Reply
September 11th, 2008 at 19:47
Iki ameh pamer stiker opo pamer brompit tho? Hehehe, ampun pak kyai
Reply
September 12th, 2008 at 12:12
nda suka sama masang2 promosi berjalan
abis nda dibayar seh
Reply
September 12th, 2008 at 15:15
Kirim juga dong artikel ke web-ku di http://www.liputankita.com. bisa taruh link kok di bawah artikel yg dikirim. Jangan Lupa http://WWW.LIPUTANKITA.COM
Reply
October 15th, 2008 at 22:15
kalao motor ssaya polos ndak ada stiker-nya ndak papa tho?
tapi kalo dikasih mau juga sih…
Reply
January 24th, 2009 at 19:09
salam kenal ya mas.
mampir ya..
Reply