Petani, pedagang pasar dan ketua ranting partai…
Di sebuah warung kopi, berkumpul beberapa warga kampung Gunung Kembar. Seperti biasa mereka berdiskusi aneka topik tentang kehidupan. Topik politik menjadi sebuah topik yang paling digemari oleh aktivis Gunung Kembar ini. Kebetulan malam ini ada si Paijo, petani gurem yang tetap istiqomah di jalur pekerjaannya. Kliwon, pedagang pasar dan Kardi, ketua ranting sebuah partai dengan lambang palu arit hewan memamah biak.
Paijo : Diamput, wong cilik kayak saya ini hanya dicatut saja oleh penggede-penggede itu!
Kardi : Apa sih Jo, kok kamu misuh-misuh. Mbok sing sareh!
Paijo : Itu lho, petani dicatut di iklannya seorang yang hobi mbalon.
Kardi : Mbalon? Hahahahaha… masak hobi mbalon kok diiklankan di tivi?
Paijo : Diamput… dasar otak ngeres kamu Di. Mbalon itu maju bakal calon, bukan mbalon di nDoli.
Kardi : Ooo… lha emang kenapa Jo? Catut mencatut itu hal yang biasa kok. Ingat itu kasus suster apung.
Paijo : Lha gimana… pupuk juga tetap jadi rebutan, pupuk jadi barang langka. Lha kok malah petani dibawa-bawa namanya…
Kliwon : Lha saya juga dicatut kok. Padahal banyak pasar DIBAKAR untuk dijadikan mall. Pedagang kecil kayak saya juga tetep serba sulit.
Kardi : Asyu… Aku juga dikhianati sama partaiku. Aku yang jungkir balik cari suara lha kok posisiku diganti sama artis bokep dangdut. Nasib…
Kardi, Paijo, Kliwon : ***kompak misuh bersamaan***
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!






August 27th, 2008 at 10:56
politik masih blom kenal teman selama ada kepentingan
Reply
August 27th, 2008 at 11:00
misuh paan mas? ora ngerti aku
Reply
mbah gundul reply on August 29th, 2008:
misuh jan**k
Reply
August 27th, 2008 at 11:17
Catut mencatut untuk populer biasa mas ….
Yang sulit mencatut paku
Reply
August 27th, 2008 at 11:23
ah… entahlah….
hehehehe
Reply
August 27th, 2008 at 11:29
wakakakakkakakakaka… om slamet bisa aja bikin guyonan..
Reply
August 27th, 2008 at 14:17
yo wes ngono kuwi urip,..
sing gede sing kuoso…
Reply
August 27th, 2008 at 15:04
hahaha nyindir iklan partai dengan lambang “manuk emprit” ama partai si moncong putih ya
Reply
August 27th, 2008 at 16:17
Hidup adalah Perbuatan…. hahahaha.. berbuat misuh?
Reply
lady reply on August 29th, 2008:
perbuatannya adalah mencatut..
Reply
Jauhari reply on September 1st, 2008:
jadi sebaiknya?
Reply
August 27th, 2008 at 16:27
ha..ha..ha… 2 orang yang aneh
Reply
August 27th, 2008 at 17:22
catut mencatut sudah jadi tradisi
Reply
August 27th, 2008 at 21:02
bagaimana kisanak..? akankah kyai slamet mBalon juga….? SW09..??
Reply
August 27th, 2008 at 21:07
save our nation! hahaha our…,mine…not yours… kekeke
Reply
August 27th, 2008 at 23:04
Korban televisi…, gunakan remote anda kalau ada badut lewat. Boss, jangan membuang pisuh ditempat umum…hehe..
Reply
August 27th, 2008 at 23:04
untung kaumku nggak di catut catut…
Reply
August 28th, 2008 at 01:13
ndonyo..ndonyo,nek gak agomo,wong cilik digowo2.. ndeso,untunge Gusti Allah tidak ndeso..
he..he..
Reply
August 28th, 2008 at 05:38
Hanya satu kata yang saya ucapkan jika melihat iklan tersebut: “RAIMU!!!”
Mandar ilingo wae lek wes dadi petinggi…
Amin…
Reply
Jauhari reply on September 1st, 2008:
RAIMU dewe begitulah jawaban POLITISI
Reply
August 28th, 2008 at 06:15
Repot memang kalo lawan penggede, orang kecil cuma bisa nyengir.
kuda…
Reply
August 28th, 2008 at 08:52
ada yang kurang Kang Slamet, itu….tuang “tuak”-nya mana ?
Reply
August 28th, 2008 at 10:15
saya Prabowo Subianto, mengajak bangsa Indonesia menggunakan produk dalam negeri…
(maksudnya jangan pilih Obama)
Reply
August 28th, 2008 at 10:26
kalo deket2 pemilihan, itu sih biasa bung slamet.rakyat kecil dibawa-bawa.kalo udah naik jd pemimpin, malah lupa ama mereka2 yg nyu-port habis2-an
Reply
August 28th, 2008 at 11:57
Sabar Pakdhe, masih banyak bidang pekerjaan yang belum tercatut oleh balon, misalnya blogger ini…
Reply
August 28th, 2008 at 23:21
sampean ora di catut catut apane mas kok ra melu misuh hehehehe
Reply
August 29th, 2008 at 01:56
Jancuk. Kakeane. Asu. Anjing. Wedus. Jangkrik. Sapi. Kuda Nil. Kebo. Sutrisno Bachil. Jaran. Kingkong. Dan sebangsanya wes.
Reply
August 29th, 2008 at 07:44
lhah alim nya ilang sekarang
Selamat menjalankan ibadah puasa kang, ngombe ne prei dhisik.
Reply
August 29th, 2008 at 12:47
politik ya ???? bikin darah tinggi
Reply
August 29th, 2008 at 13:56
Gunung kembar pundi niku MAS?
Reply
August 29th, 2008 at 15:02
mwahahahahaha..
leres pak dhe…
wong2 cilik cuman dijadiin tamengg…
dianggep penting cuman pas lagi ada pesta kepentingan politik..selebihnya??pyuhh..dianggep semutsemut pengganggu nggak guna..
Reply
August 29th, 2008 at 16:31
hidup adalah perjuangan
Reply
Jauhari reply on September 1st, 2008:
Perjuangan MISUH?
Reply
August 29th, 2008 at 20:29
hehhhe bagus mas slamet kritikannya terhadap caleg parpol yang cuman bisa menjadikan masyarakat kecil sebagai badut kampenye saja
tapi kok ada artis dangdut bokep sih *ngakak guling-guling
Reply
August 29th, 2008 at 23:12
Gila, bener2 jadi perah yah sama ntu caleg2. Bermuka manis mengatasnamakan rakyat
hmmmm kapan yah bisa nemu pemimping yg bener
Reply
August 30th, 2008 at 01:47
pERMISI…..Numpang lewat neee….al aku tersasar ngk bisa balek lagi…………..
Reply
August 30th, 2008 at 10:33
ironisss… *arep misuh tp ra wani* ahahaha..
Reply
August 30th, 2008 at 18:23
Mas… gak dapat bagian ya?? Mereka yang masuk TV itu dapat honor lho.
hahhaha….
Reply
August 30th, 2008 at 21:04
wekekekekekek………………….dagelan politik….
Reply
August 31st, 2008 at 11:01
wis lumrah ngono iku! biasa lah mas dunia politik
Reply
August 31st, 2008 at 16:27
wakakaka.. pasti misuhe dengan nada dasar yang berbeda2..
Reply
August 31st, 2008 at 22:38
Masih mikir, siapa yang tega mencatut mereka ya? Mungkin yang mantan jenderal yang sekarang berubah profesi menjadi ketua LSM itu kali ya?
Reply
August 31st, 2008 at 23:43
Posting ini nyindir saya ya? Kamu saya somasi, Met!
Reply
September 1st, 2008 at 09:15
Namanya Juga Negara masih Versi BETA
*kok jadi DEJAVU*
Reply
September 2nd, 2008 at 00:18
Lah Paijo itu ikutan organisasi apa? Dia ikut HKTI atau tidak? Pak Prabowo Subianto bukan mengajukan dirinya menjadi ketua HKTI tetapi diminta oleh HKTI sendiri. Apabila Pak Siswono masih mau maju jadi Ketua HKTI, Pak Prabowo akan mendukung Pak Siswono. Apa salah sebagai Ketua HKTI, Pak Prabowo beriklan membela petani? Iklannya juga bukan duit HKTI loh…
Belakangan, yang menjadi pendukung utama Partai Gerindra adalah KTNA (Kontak Tani dan Nelayan Andalan). Kalau Paijo itu tidak ikut HKTI dan tidak ikut KTNA, ya jangan misuh-misuh asal dicatut namanya. Wong dibela kok malah bilang dicatut.
Soal pupuk yang hilang, itu kan di luar kemampuan HKTI dan KTNA yang bukan pembuat kebijakan atau produsen pupuk melainkan pengguna. Tentunya HKTI dan KTNA juga selalu teriak mengenai langkanya pupuk. Bukan mereka juga yang makan pupuk to?
Mengenai Kliwon, ada asosiasi yang bernama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia yang meminta Pak Prabowo jadi Ketua. Kata APPSI, jangan hanya petani yang dibela dan diperhatikan, tolong pedagang pasar juga diperhatikan. Coba kalau Kliwon dalam posisi diminta seperti itu, apa akan menolak. Lagi-lagi, Pak Prabowo juga tidak mencatut nama pedagang pasar. Justru APPSI itu yang harus diverifikasi apakah dia itu mewakili sebagian besar pedagang pasar di Indonesia?
Soal Kardi lain lagi. Salah sendiri dia jadi pengurus ranting partai yang senangnya ngapusi. Coba dia merenung dan melihat-lihat partai yang benar-benar loyal pada anggotanya.
Sebagai penutup, mengapa Paijo dan Kliwon malah misuh-misuh ketika ada tokoh atau partai yang membela golongan kecil menengah ke bawah? Kok dia nggak ribut pada partai-partai besar yang hanya mikirin pengusaha-pengusaha besar yang berhimpun di KADIN dan HIPMI, misalnya? Mereka yang setiap pemilu membagi kaos dan memberi uang bensin agar para pengangguran ikut kampanye?
Saya kira baik Paijo, Kliwon dan Kardi harus memperluas cakrawala berpikirnya agar tidak salah membenci orang yang berniat membelanya.
Menurut saya sih begitu. Lah saya yang bukan petani atau pedagang pasar saja ikut terbela kok. Masa yang petani dan pedagang pasar malah merasa dicatut.
Reply
ma6ma reply on September 2nd, 2008:
iklan juga nih… .
Reply
September 2nd, 2008 at 12:34
Nasib wong cilik pak… .
ditindes terus… .
Reply
September 4th, 2008 at 20:21
biasalah, udah tidak heran lagi.
hehehe
Reply
September 7th, 2008 at 06:35
@ma6ma:
Maaf bukan iklan. Hanya memberikan kontra opini saja, supaya berimbang.
Lagipula, kalau ada yang bilang itu iklan caleg salah besar. Pak Prabowo bukan caleg. Yang (ba)caleg adalah saya.
Catatan:
Maaf tidak memakai fasilitas threaded comment karena threaded comment di sini butuh javascript sedang browser HP saya tidak mendukung javascript.
Reply
September 12th, 2008 at 15:17
Kirim juga dong artikel ke web-ku di http://www.liputankita.com. bisa taruh link kok di bawah artikel yg dikirim. Jangan Lupa http://WWW.LIPUTANKITA.COM
Reply
April 19th, 2009 at 17:47
вы шутите…21 век на дворе, неужели нет ничего достойного внимания, как энциклопедия.Милые мои, вот нет снега в
гордах, это тоже тема и история, пересмотрите темы.Я почту просматриваю, мне шлют не пойми что, не знаю кто, столько мусора, может оно и нужно, но не в дневнике.Я так понимаю, дневник это часть твоей души.Нам дается право выбирать – пользуйтесь. А информация бесполезной не бывает
Reply