Mendadak pindah agama…
Sebelum membaca lebih jauh, hendaknya anda memahami bahwa tulisan ini adalah kisah nyata. Tulisan ini tidak ditujukan untuk membangkitkan gairah sentimen sarah azhari. Selamat menikmati…
Suatu pagi menjelang Subuh, kami berempat yang kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang beristirahat di sebuah masjid. Rasa lelah, kantuk dan dingin bercampur menjadi satu. Kami pun bergelimpangan untuk sedikit memejamkan mata mengobati rasa lelah dan kantuk itu.
Lantai masjid yang terbuat dari keramik tanpa lapisan karpet membuat dinginnya pagi semakin menusuk kulit. Suatu langkah cerdas dilakukan oleh seorang teman kami, Sah. Sah dengan sigap menuju tempat wudhu dan dengan mantap melenggang ke dalam masjid. Dia tahu, hanya bagian depan mimbar saja yang berlapis karpet. Maka dengan khusyu’ Sah melakukan aksi i’tikafnya. Entah apa yang dilakukan sebenarnya. Tidur, mungkin.
Kami bertiga yang tersisa di luar harus berjuang menghadapi rasa dingin. Tanpa terasa saatnya adzan dikumandangkan. Seorang bapak mengingatkan Sah untuk membangunkan kami bertiga yang masih terlelap. Saya, Agus dan Tasman pun bangun walau agak terpaksa. Dengan langkah masih gontai, saya dan Agus menuju tempat wudhu. Sedangkan Tasman dengan santai malah menyalakan rokoknya dan melenggang keluar masjid.
Bapak tadi pun menjadi bertanya-tanya, “Mas, teman satunya itu kok nggak sholat?”. Sah pun kebingungan harus menjawab apa. Tidak mungkin dia menjawab, “Dia lagi capek, pak” atau “Dia lagi mens, pak”. Jawaban seperti ini malah akan menimbulkan serangkaian pertanyaan dan mungkin pernyataan dari sang bapak. Beruntung Sah memiliki otak cerdas, dengan mantab menjawab, “Oh, teman saya itu Kristen, pak”.
Beres! Tidak ada pertanyaan atau pernyataan lagi dari si bapak. Hanya sekedar anggukan saja.
Gila! Coba bayangkan, seandainya setelah beberapa saat si Tasman berubah haluan dan mematikan rokoknya lalu ikut sholat subuh jamaah. Apa yang akan terjadi?
Versi lain dapat disimak disini!
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!





July 26th, 2008 at 01:38
Wakakakak….
Seharusnya untuk mengantisipasi dia bakal ikut shalat, jangan bilang Kristen, bilang saja “Dia Ahmadiyah, Pak…”
Reply
mantan kyai reply on July 26th, 2008:
coba baca versi lainnya mas. ahmadiyah ditulis disana
Reply
July 26th, 2008 at 02:42
yang terjadi, si Tasman akan sholat dengan niat ingsun “wedi diseneni” kekekeke
Reply
July 26th, 2008 at 04:14
Ahahahaha…
Geli-geli…
Reply
July 26th, 2008 at 04:59
hm. bisa ya ? keke. kalau ikut sholat, ya bilang aja mualaf he. wkwkwk
Reply
July 26th, 2008 at 07:33
pelakunya masih hidup. tapi swear bukan untuk menebar kebencian. peace indonesia
Reply
July 26th, 2008 at 07:36
hahahahaha…
kirain beneran pindah agama,
ternyata….
*ngakak guling-guling dilantai seratus putaran….*
Reply
July 26th, 2008 at 08:36
yang terjadi adalah mas slamet dianggap bisa memberikan pencerahan dengan cepat ke teman sampean sehingga mualaf dalam hitungan menit
Reply
July 26th, 2008 at 09:52
wahhhh bagus juga tuh mas
Reply
July 26th, 2008 at 10:17
hakakaka..
Reply
July 26th, 2008 at 11:11
wekz…..
untung aja !!…
Slamet-slamet!
ups!! menyebut merek!!
Reply
July 26th, 2008 at 12:13
Sah tinggal jawab lagi, sekarang udah masuk Islam lagi Pak. *langsung dijitak pak ustadz*.
Reply
July 26th, 2008 at 14:53
dasar! spontanitas memang suka bikin geli
Reply
July 26th, 2008 at 15:22
heuehueheue
untung ajahh
Reply
July 26th, 2008 at 15:39
ya ampun….bilang aja lagi m… (malez…) hehehehe
btw, lam kenal
Reply
July 26th, 2008 at 16:02
beruntung masih di indonesia, yang agamanya beraneka ragam dan tetap rukun.
Reply
July 26th, 2008 at 17:33
jawaban gitu kok cerdas toh, pak, hehehe
temannya yang di-kristen-kan tadi denger, ndak, pak?
Reply
July 26th, 2008 at 18:35
“Oh, teman saya itu Kristen, pak”.
Gila! Coba bayangkan, seandainya setelah beberapa saat si Tasman berubah haluan dan mematikan rokoknya lalu ikut sholat subuh jamaah. Apa yang akan terjadi?
jawab aja lagi “oh , teman saya itu Kristen , pak. Dulunya ” jadi kadang-kadang lupa kalau sudah masuk waktu sholat……..hehehe………
Reply
July 26th, 2008 at 18:36
dan saya kadang-kadang lupa kalau teman saya itu udah masuk Islam……hahaha……..
cerita-nya lucu mas………
Reply
July 26th, 2008 at 20:58
Agama kok dibuat guyon
*kesurupan FPI*
Reply
July 26th, 2008 at 21:01
Jadi pak Slamet bulan ini agamanya apa?
Reply
July 26th, 2008 at 21:08
atetetetet! dan ketika berada di luar masjid,si tasman ternyata glimbungan di depan warung sambil ngudut rokok mlindjo!
Reply
July 26th, 2008 at 21:21
*ngakak sambil loncat-loncat..
ga kebayang tuh reaksi si bapak..
Reply
July 26th, 2008 at 21:25
lho, mana kang yang pindah agama? kok isinya beda sama judul?
Reply
July 27th, 2008 at 06:04
kalo jawabannya : “yang mana pak ?”
*penampakan mode on
Reply
July 27th, 2008 at 06:42
habis itu jangan jangan lantainya langsung dipel tujuh kali…..
Reply
July 27th, 2008 at 06:43
Salam kenal dari Palembang. Mas, blognya menarik, postingannya “menggelitik” . He..he.. aku masukin ke Blogroll ku biar gampang kalo mo mampir lagi ya.Kalo mo masukin link ku di sini juga boleh. (he..he.. maksudnya ngajakin tukeran link) Mampir yuk ke blogku di http:juliana-dewi-2806.blogspot.com
Reply
July 27th, 2008 at 07:29
welehh agama dibuat guyonan
Reply
nurussadad reply on July 27th, 2008:
iya nihh mAs Slamet…
Reply
July 27th, 2008 at 08:58
ini juga kejadian nyata,..di sekolah film IKJ, beberapa mahasiswa ‘ pindah ke agama kristen ‘ karena tak lulus lulus mata kuliah dasar agama Islam..he he
Reply
July 27th, 2008 at 09:59
ha ha haa
Reply
July 27th, 2008 at 10:32
untung bapaknya gak kebal sama tasman.
Reply
July 27th, 2008 at 12:44
Ternyata, jawaban yang diberikan pak slamet memang cerdas, dari pada repot-repot njelasin. wakakak
Reply
July 27th, 2008 at 13:23
yo jompa jampi ne dirapal mas, ben slamet
Reply
July 27th, 2008 at 14:05
he… kupikir… judulnya itu loh…
Reply
July 27th, 2008 at 16:48
ibarat gak mo nyebut angka sembilan, lalu bilang “dah pak? cuma sampai delapan!” he…he…. kualat lho om ngatain tmen seiman tpi beda iman…he…he…. wekekekkek
*kaburrrr*
Reply
July 27th, 2008 at 20:19
Wakakakaka…pernah baca cerita ini di blognya si mantan kyai…God Bless You mas Slamet…
Reply
July 28th, 2008 at 10:13
bilang ajah mau ngudud dulu br sholat, kan gak boong2 amat
Reply
July 28th, 2008 at 13:14
modar aku….
Reply
July 28th, 2008 at 13:38
gubraaakkk,,, jan lucu tenan
Reply
July 28th, 2008 at 17:37
Bilang aja masih ngantri
Reply
July 28th, 2008 at 18:12
Bapak tadi pun menjadi bertanya-tanya, “Mas, teman satunya itu kok nggak sholat?”.
….
Alternatif lain jawaban: “Ee.., dia masih junub, Pak, belum sempat mandi wajib..” …
…
lalu kira2 apa yang terpikir oleh si Bapak? Hayoo?
Reply
July 28th, 2008 at 18:15
sorry, lupa blum nunut sertakan alamat blog saya
Reply
July 28th, 2008 at 19:52
Aku gak ngerti kalau membahas masalah agama,
Semoga anda sukses, dan salam kenal.
Reply
July 29th, 2008 at 15:38
kl perempuan mmg gampang bikin alasannya kl ndak sholat, yakni alasan mesns. nah kl cowok paling susah. kl mau jujur bahwa dia ga sholat.. kok ya gimana gitu… mmg apa sih yg bikin ga mau sholat? jawabannya pasti hak asasi, sara, ato urusan dewe2.. hehe
Reply
July 29th, 2008 at 17:23
“Gila! Coba bayangkan, seandainya setelah beberapa saat si Tasman berubah haluan dan mematikan rokoknya lalu ikut sholat subuh jamaah. Apa yang akan terjadi?”
hahaha, persis seperti yg saya bayangkan, tp ngga sampai seperti itu toh? hahaha
Reply
July 29th, 2008 at 18:41
slow..slow..kembali ke laptop aja mas..slamet
takut komentku salah
Reply
July 30th, 2008 at 15:18
weleh… weleh … jawaban cerdas gitu kok bilang sedang DSSOSAKDKKMPPYM ?
Reply
July 31st, 2008 at 11:56
Walah, Mas Slamet ini memang penuh dengan inspirasi dan banyolan pada tiap postingnya….
Pertahankan, Mas…
Reply
July 31st, 2008 at 13:30
urusan sholat ora sholat ki terserah.. :p
Reply
July 31st, 2008 at 15:04
WEKEKEKEK
UNTUNG yg di jawab bukan gelombolan FPI
Bs di sweaping kaleeee
Reply
August 2nd, 2008 at 17:48
kok kyknya dejapu yah..?
Reply
August 3rd, 2008 at 13:09
Tindakan penyelamatan yang sempurna
Reply
August 6th, 2008 at 10:46
wah… ati2… itu kesaksian sesama muslim lho….
saya akan njawab: “dia ndak bisa khusyuk mungkin kalo shalatnya ndak ngrokok dulu…”
Reply
August 10th, 2008 at 19:17
Saya bingung mengenai hubungannya dengan keluarga Azhari.
Apa sih?
Reply
August 16th, 2008 at 13:23
kirain azhari pindah agama, buat penasaran aja nih
Reply
August 20th, 2008 at 21:24
… jawabannya kalo ditanya gitu: “mungkin aja dia sholat di masjid lain, karena disini lagi antri atau gak cocok dengan suasananya.. ya sambil ngrokok apalgi lagi dingin2nya…”
Reply
December 17th, 2008 at 09:02
aq bayangkan klo memdadak dia ikut sholat, wes rame tenan tuh panggil 1 kampung buat menyaksikan orang yg baru masuk islam, mualaf.
wes jian ….mboh ah komen opo maneh, ngakak neh
Reply
December 22nd, 2008 at 01:54
[...] 1. Mendadak pindah agama [...]
December 25th, 2008 at 09:20
salam kenal ^_^
sori banget mas
buat saya ….itu namanya profanasi
agama kok dipake guyonan
Reply
January 31st, 2009 at 13:15
kwkwkwkwk……….
manstap banget klo gitu caranya……..
kwkwkwkwk………..
Reply