Ayat-ayat kampanye…
Di sebuah kampung yang bernama Gunung Kembar, terdapat seorang kyai yang cukup disegani. Kyai ini menjadi panutan dalam segala bidang oleh penduduk kampung. Bahkan untuk urusan politik, sang kyai mendapat tempat yang sangat strategis. Segala omongan kyai entah benar atau salah selalu menjadi acuan semua warga kampung. Tidak ada protes, tidak ada ruang diskusi.
Menjelang Pilkada, sang kyai menjadi tokoh paling dicari. Bukan sebagai calon pesakitan, bukan sebagai target operasi. Namun menjadi keharusan bagi semua kandidat untuk meminta restu dari sang kyai. Jangan heran apabila televisi, koran hingga blog menyajikan tulisan dan tentu foto para kandidat sedang berpose mesra dengan sang kyai.
Pilkada kali ini diikuti oleh 4 pasang calon, yaitu :
1. ASU – Artalita dan Sukat
2. ANCUK – Andi dan Cucuk
3. ADIL – Adi dan Kunyil
4. MELU – Memed dan Luki
Sang kyai pun telah memutuskan untuk memberi restu kepada pasangan ADIL. Entah mengapa sang kyai begitu suka dengan pasangan ini. Konon jumlah sumbangan pasangan ADIL jauh lebih besar dibandingkan pasangan lainnya. Bukan saja uang tunai, batu bata, semen dan pasir telah disumbangkan untuk sang kyai. Bukan hanya sumbangan biasa, namun sumbangan dengan banyak harapan. Termasuk do’a dan dukungan, mungkin juga fatwa.
Sang kyai ingin tetap bermain cantik. Dia tidak mau terang-terangan terlibat dalam urusan perpolitikan. Maka dia pun menolak menjadi jurkam. Kyai hanya mau silaturahmi, istighotsah, pengajian dan aneka istilah lainnya. Tentu beda dengan kampanye! Beda? Mungkin!
Dalam setiap acara, sang kyai selalu berpesan kepada umatnya untuk berlaku ADIL karena berlaku ADIL lebih dekat dengan takwa. Tak lupa sang kyai selalu mengutip ayat-ayat yang mendukung ucapannya. Ketika sang kyai berwasiat tentang ADIL, pasangan ADIL yang duduk disampingnya tersenyum puas. Tidak rugilah berbisnis dengan kyai ini.
Sang kyai juga membuka berbagai kitabnya untuk mencari ayat-ayat yang paling tepat dan pas untuk mempromosikan ADIL. Bahkan tidak jarang dia menjatuhkan fatwa HARAM untuk memilih pasangan lain. Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, maka janganlah memilih pemimpin yang berjenis kelamin perempuan. Lagi-lagi dengan lancarnya sang kyai mengutip ayat. Siapa lagi korbannya, kalau bukan pasangan ASU (Artalita dan Sukat).
Puncaknya pada malam sebelum hari pencoblosan. Sang kyai mengadakan pengajian akbar di kampungnya, kampung Gunung Kembar. Dengan semangat kyai berkata :
“BERLAKULAH ADIL KARENA ADIL ITU DEKAT DENGAN TAKWA”
Keesokan harinya, hasil penghitungan suara di Kampung Gunung Kembar sungguh mencengangkan. Dari total 1201 surat suara yang masuk, 1200 diantaranya tidak sah. Kesemua surat suara yang tidak sah ternyata dicoblos pada semua gambar pasangan calon. Warga Kampung Gunung Kembar pun bangga telah bisa berlaku adil dan telah dekat dengan takwa!
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!






July 24th, 2008 at 09:33
haiyah,,,,
bener-bener penduduk yang adil.. wekekeke…
la yang suara satu itu siapa yg milih
*kyai nya (berarti dia tidak berlaku adil)
hemm….
kreatip sampean mas!!
Reply
July 24th, 2008 at 09:37
wah ga bener ini… ga bener…
mestinya coblos sesuai anjuran pemerintah
dua saja cukup
Reply
July 24th, 2008 at 10:22
coplos anune
coplos kok coba coba
Reply
July 24th, 2008 at 10:37
seperti saya? coblos semuanya
Reply
July 24th, 2008 at 11:08
wakakakkaka .. hebat tuh penduduknya ..
Reply
July 24th, 2008 at 12:19
jadi calon-calonnya juga golput ? halah…kenapa mereka gak milih diri mereka sendiri yah?
Reply
July 24th, 2008 at 12:28
heheheh kalo saya mah ketimbang nyoblos semua mending ndak usah nyoblos sekalian.. malas..
Reply
July 24th, 2008 at 13:10
selamat buat kyai slamet karena jagonya di cagub jatim masuk dua besar….
Reply
July 24th, 2008 at 13:47
kalao saya mau nyoblos yang punya gunung kembar
Reply
July 24th, 2008 at 16:22
Gyakakakak…
*ngakak sampe berbusa..
Saya juga adil lho, Kang..
Ga dapet satu, ya ga dapet semua..
*pembenaran
Reply
July 25th, 2008 at 10:49
sampeyan ini bisa saja mas…….
Reply
July 25th, 2008 at 11:28
Kreatif sekali gambaran Mas Slamet tentang kancah perplotikan tanah air…
Reply
July 27th, 2008 at 13:30
Coblos ae coblos coblos
Reply
July 27th, 2008 at 13:59
coblos istri aja, lebih enak . klau pengin coblos istrinya sendiri2
Reply
August 23rd, 2008 at 18:00
iki kok nyatut namaku ki piye iki? royaltine endi pak?
Reply
December 26th, 2008 at 15:29
asal jangan asal coblos
Reply
February 16th, 2009 at 19:04
bener-bener mantap petuahnya…klo gitu saya izin pinjam artikelnya ya mas… di pasang di blog saya plus sumbernya . bisa di lihat disini http://bob14remudax.blogspot.com/2009/02/ayat-ayat-kampanye.html
Reply