Fatwa Golput, surga dunia atau surga akhirat?
Golput kembali menjadi bahan pembicaraan. Terlebih setelah Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah yang dimenangkan oleh Golput alias golongan putih. Pilkada Jawa Barat yang menghasilkan pasangan Hade (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) berhasil meraup 7,3 juta suara, sedangkan golput mencapai 10 juta suara. Paling baru dan heboh di Jawa Tengah. Lagi-lagi Golput meraih kemenangannya.
Pertanda apakah ini? Apakah rakyat Indonesia sudah tidak lagi tertarik untuk menentukan nasib masa depan bangsanya sendiri? Ataukah rakyat sudah jengah oleh ulah sebagian besar [oknum] pejabat baik eksekutif, legislatif dan yudikatif? Apalagi dengan terbongkarnya berbagai rekaman video porno percakapan telepon yang memalukan itu.
Golput sendiri bukanlah barang baru. Sejak masa pemerintahan Soeharto pun sudah menjadi momok bagi pemerintah. Golput merupakan wujud protes atas ketidakberesan sistem pemerintahan yang telah ada. Juga merupakan suatu bentuk pilihan ketika dihadapkan pada pilihan calon-calon pemimpin yang dianggap kurang pantas. Golput oleh pemerintah Soeharto dianggap sebagai musuh bebuyutan.
Bukan hanya pejabat pemerintahan maupun [poli]TIKUS yang resah akan fenomena Golput. Orang-orang yang biasanya memakai sarung kini sibuk berkumpul untuk mengeluarkan fatwa tentang Golput. Terbaru, MUI se-Madura telah mengeluarkan fatwa bahwa Golput adalah haram. Golput sama dengan menyantap babi. Golput sama dengan meminum arak. Golput tidak ada bedanya dengan berzina. Golput tidak ada bedanya dengan nonton Maria Ozawa
Bahkan Megawati juga memberikan fatwa tentang Golput ini. Bagi anda yang Golput, maka anda harus melepaskan status WNI anda. Mungkin Megawati lupa Pemilu 1997 silam, dia pernah melakukan aksi Golput. Sudah insyafkah Megawati? Mungkin dia kini sudah dekat dengan para kyai yang sering berfatwa itu. Bagaimana dengan PKS. Berdasarkan fatwa Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera maka Golput hukumnya haram.
Bagaimana dengan Gus Dur? Ah… silahkan buka google dan cari sendiri fatwa beliau?
Lalu pertanyaannya, bagaimana nasib saya dan orang-orang seperti saya ini. Saya sudah banyak dosa, takut nambah dosa lagi. Kalo boleh saya mengungkapkan pendapat maka fatwa hanya mengikat ke dalam saja. Fatwa PKS hanya untuk kaum PKS saja. Fatwa NU ya hanya untuk NU saja. Fatwa MUI Madura, ya hanya untuk kaum MUI Madura saja. Fatwa Megawati ya untuk kaum Megawati saja. Lalu saya ini kaum apa?
Saya malah cenderung curiga fatwa-fatwa yang baru-baru ini keluar tidak lepas dari permainan lendir politik. Apakah fatwa tersebut berkonsekuensi dengan surga yang kekal di akhirat kelak? Atau hanya surga dunia saja. Entah surganya Bulyan Royan atau surganya Al Amin Nasution. Mungkin suatu saat nanti akan ada iklan di google ads atau kumpulblogger berbunyi “DIJUAL FATWA MURAH, Hubungi Kyai Slamet“
Wallahu ‘Alam…
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!



![PusatLowongan[dot]com](http://pusatlowongan.com/images/lowongan kerja.jpg)



July 16th, 2008 at 7:51 pm
yang mana lebih haram mas memilih orang untuk berbuat dosa kepada banyak orang (korupsi) ataukah memutuskan untuk GULPUT alias tidak mau memilih calon kandidat ???
klo saya sih mending enggak mau memilih aja
[Reply]
LeOden reply on July 19th, 2008:
Aku yakin yang namanya kyai itu pasti nyoblos soale takut dosa, dan malah maunya nyoblos ga hanya satu, kalo bisa dua.. tiga.. atau ampat… sekaligus. ‘Tul ga Kyai Slamet….
[Reply]
July 16th, 2008 at 8:11 pm
karena saya butuh pemimpin, sedangkan tak ada pemimpin yang lahir dari dunia golput, maka saya tidak akan golput di PEMILU 2009 nanti…
—kecuali kalo saya ketiduran seperti pemilu 4 tahun lalu—
[Reply]
July 16th, 2008 at 8:22 pm
kalau saya lihat dari sudut pandang rakyat, rakyat sudah sering dikecewakan oleh pemerintah.. rakyat juga berfikir tidak ada untungnya jika memilih (baca:mencoblos), karena yang terpilihpun belum tentu memikirkan nasib rakyat.. Janji-janji yang dulu sempat terucap kini tinggal janji.. haks..
[Reply]
July 16th, 2008 at 8:33 pm
Jadi ini merupakan fatwanya kiyai selamet? kekeke
[Reply]
July 16th, 2008 at 9:50 pm
wado..
tambah bingung nih..
[Reply]
latif reply on September 8th, 2008:
yoblos bagi saya justeru HARAM.. iso yo mas!
[Reply]
July 16th, 2008 at 10:53 pm
kemaren mau nulis ini juga setelah lihat debatnya Budiman Sujatmiko dan Hermawan Sulistyo.
pertamax, “orang yang nggak datang” di hari H pencoblosan tidak bisa diklaim sebagai golput. mengapa? karena disitu termasuk orang-orang yang sakit, berhalangan, dan (yang paling banyak) orang yang bekerja di luar kota/pulau/negri.
keduax, saya (sebagai orang yang pernah golput) menghargai pilihan untuk tidak memilih. Tapi… dalam pemahaman saya, dulu ketika saya golput maka saya akan datang ke TPS dan mencoblos semua surat suara. Karena alasan yang pertamax di atas.
ketigax, saya minta fatwa kyai slamet (kok jadi kaya nama kebonya Kraton Solo)…. apakah saya yang memegang asas netralitas ini harus golput atau tidak.
[Reply]
July 16th, 2008 at 11:21 pm
pilihan terbaik saat ini adalah tidak memilih ( bukan Golput heheh wong hitam kok saya ) karena belum saatnya saya belum pernah nyoblos karena ndilalah pas Alibi terus secara kebetulan mbah
kemarin pas pilkada jateng pas di palembang buru tupai ( golek mener hiks )
jadi kalo fatwa yang itu itu sih biasa ( saya nggak masuk golongannya )
kalo fatwa mbah kyai slamet gimana …….( golongan Blogers )
melu surganya para blogers aja deh……enak….nan
[Reply]
July 17th, 2008 at 1:55 am
Ahahaha, memberi fatwa, solusi yang bodoh…
Lagi-lagi dengan ancaman neraka. Tahu ndak? Tuhan aja lho Golput….
[Reply]
July 17th, 2008 at 2:44 am
saya sih cuma minta fatwa ke njenengan bagemana caranya “sluman slumun siluman slamet”
golput itu hak politik.
[Reply]
July 17th, 2008 at 2:59 am
segitu detailnya ya urusan surga dan neraka….
[Reply]
July 17th, 2008 at 8:13 am
saya golput.
[Reply]
July 17th, 2008 at 8:21 am
jangan lupa, golput itu juga termasuk memilih. “memilih utk tidak memilih”. perlu dihargai polihan politik semacam itu.
[Reply]
July 17th, 2008 at 9:21 am
Euuu, gak ada calon independen?
[Reply]
July 17th, 2008 at 9:40 am
“Golput tidak ada bedanya dengan nonton Maria Ozawa”
—> Mbah Slamet, Mbak Miyabi gak ikut-ikutan, kok disebut-sebut ? Sampeyan pengen diculik ama FBI toh ? hehehe
NB : FBI (Fans Berat mIyabi)
[Reply]
July 17th, 2008 at 9:58 am
saya ini orangnya ga tegaan…
liat gambar sedemikian banyak di kertas suara, perlu bahan baku yg tidak sedikit. belom lagi tinta, biaya distribusi, uang makan dan rokok buat nyebarin ke daerah-daerah. mangkanya saya coblos semuanya biar merata…
[Reply]
July 17th, 2008 at 10:02 am
Saya coblos AYUMI aja.. kalau KURANG PUWAS coblos sekalian HAMASAKI
[Reply]
July 17th, 2008 at 10:07 am
MUI se-Madura, Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Megawati mengeluarkan “fatwa” bahwa Golput adalah HARAM ? Lah emang mereka TUHAN …!!! Sak enake udele dewe bikin aturan HALAL-HARAM …!!!
OK ini sedikit opini saya… GOLPUT itu juga termasuk MEMILIH. “memilih untuk tidak memilih”. Kita sebagai warga negara indonesia, yang notabene negara democrazy …ehm…demokrasi perlu menghargai pilihan politik seperti itu. Bisa saja orang yang golput itu karena pemilih tidak “sreg” dengan opsi yang disodorkan, pemilih pada saat pemilu / pencoblosan sakit / pingsan / Koma / tidak sadar diri, ketiduran, diluar negeri atau alasan-alasan lain yang membuat pemilih tidak dapat memberikan haknya sebagai pemilih untuk memberikan suara. Mau milih atau gak, itu HAK mereka. MUI, Partai, Presiden atau mantan presiden gak ada HAK buat NGELARANG…!!!
Tapi ada hal yang perlu diperhatikan, sampeyan GOLPUT atau gak, harus setuju dengan HASIL PEMILU-nya dan ikut menyukseskan hasil pemilunya. Jangan udah golput, gak milih, gak setuju ama hasil pemilu, bikin kerusuhan…!!! Kapan negeri ini maju…!!!
Sampeyan GOLPUT atau GAK GOLPUT, itu pilihan sampeyan, silakan…!!! Apapun yang sampeyan pilih itu HAK sampeyan. Tapi biar bagaimanapun, mari kita SUKSESKAN PEMILU 2009, semoga wakil-wakil rakyat, presiden dan wapres yang terpilih pada nantinya dapat memberikan pembaharuan di negeri ini.
Apabila dari hasil pemilu sebelumnya, ada suatu kesalahan, moga-moga dapat diluruskan, dan apabila ada yang baik semoga dapat lebih disempurnakan. amien
[Reply]
July 17th, 2008 at 10:47 am
selama gak ada calon yg menawarkan solusi & cara2 utk nyelametin bangsa ini, ya mending golput
[Reply]
CaNdLe reply on July 17th, 2008:
sebenernya buanyak yang nawarin solusi & cara2 itu. hanya saja mereka kebanyakan minum panadol setelah duduk di kursi. jadi kalo ditanya, mana bukti dari yang anda janjikan dulu? jawabnya, “sudah lupa, tuh!” ;))
[Reply]
July 17th, 2008 at 12:22 pm
Aduh, saya paling gak suka kalo orang menggunakan agama untuk kepentingan politik. Ini sangat kotor sekali. Fatwa haram untuk golput? kenapa gak mereka buat aja fatwa yang mengharamkan pilihan lain selain partainya? Misalnya saya punya partai bernama Partai Sosial Kerakyatan (PSK), trus saya keluarin fatwa “tidak mencoblos PSK (ehem, maksudnya memilih) adalah haram”. Coba, kenapa gak sekalian begitu saja???
[Reply]
July 17th, 2008 at 1:02 pm
Sungguh fatwa MUI yang dikeluarkan serampangan seperti itu akan membuat tuntutan untuk membubarkan organisasi ini akan semakin santer. Tidak akan ada lagi kepercayaan umat terhadap organisasi ini. Bahkan yang lebih dikhawatirkan bahwa umat tidak lagi mendengarkan kaum ulama, akibat ulah segelintir orang di MUI ini.
Sungguh sebuah kezaliman menurut saya kalau MUI menghakimi kebebasan orang untuk tidak memilih sebagai sebuah tindakan haram dan menimbulkan dosa. MUI sudah kehilangan akal sehatnya.
[Reply]
July 17th, 2008 at 1:26 pm
Sepertinya jaman makin kesini, semua bisa di buat ‘tailor-made’ dari amandemen undang-undang sampe ke fatwa yang memihak
Golput adalah sebuat gerakan perubahan, kalau mau disadari lebih lanjut. Tanda bahwa saking apatisnya khalayak akan apa yang terjadi serta muaknya publik pada sepak-terjang merea itu..
Namun disisi lain Golput bisa menjadi bumerang, kalau semua EGP, lantas siapa yang mau kemudian peduli? This would be a justified move for them to continue being such sontoloyo!!
Just a thought anyway..
PS: Aku baru balik dari berlibur setealh 3 minggu ngilang.
[Reply]
July 17th, 2008 at 1:31 pm
hahahahaha juwal fatwa mungkin bisa nambah earning kali ya met,,hihhihih
[Reply]
July 17th, 2008 at 3:38 pm
kalo seandainya golput sampek 50% apa ngaruh, mbah? nanti jangan-jangan cuma dapet 10% suara udah layak jadi pimpinan. kecuali kalo ada kuota sekian persen harus nyoblos, kalau tidak diulang lagi…. kalo gak sih aliran “kita” ini *halah* bakal ikut bertanggungjawab atas hasil pemilu mendatang.
[Reply]
July 17th, 2008 at 4:15 pm
golput??
kadang penting juga sih jadi golput…
[Reply]
July 17th, 2008 at 4:33 pm
Nggak golput dech..kha warga negara yang baik
[Reply]
July 17th, 2008 at 4:48 pm
Kalo kita mau jujur terhadap sejarah. Ketika persoalan politik di bungkus dengan persoalan religiusitas, yang terjadi adalah tragedi kemanusiaan. Bagaimana para ilmuwan, sekelas galileo-galilei di “fatwa” tidak boleh mengajarkan sebuah teori Copernicus. Yang mengeluarkan fatwa tersebut adalah seorang Kardinal (pemuka salah satu agama di roma). Bahkan Penentangan terhadap fatwa tersebut, hukuman mati.
Ini hampir sama halnya dengan fatwa mengharamkan golput. Tetapi, semoga saja tidak terjadi tragedi kemanusiaan di sini akibat “kejeniusan” Golput.
[Reply]
July 17th, 2008 at 9:02 pm
kalo saya belum tau nih mo golput or pilih yang mana, soal kurang ngerti perpoliik an
[Reply]
July 17th, 2008 at 9:23 pm
dipetakan dong, baru pilih atau mau golput, terserah wong hak masing-masing asal jangan jadi golpit( golongan terjepit)
[Reply]
July 18th, 2008 at 6:31 am
coplos aja PBI partai bloger indonesia di sni
[Reply]
July 18th, 2008 at 9:14 am
GOLPUT ADALAH PILIHAN, INI ADALAH BENTUK PROFOKASI YANG DILAKUKAN UNTUK KEMENANGAN PADA PARTAI TERTENTU, JADI ADALAH WAJAR SAJA KALAU PARTAI ISLAM TIDAK PERNAH MENANG YANG KATANYA PENDUDUK INDONESIA MAYORITAS ISLAM.
DIHARAPKAN :
- JANGAN GOLPUT
- MENANGKAN PARTAI DA’WAH (ISLAM)
- JANGAN TERPENGARUH
[Reply]
July 18th, 2008 at 10:10 am
GOLPUT rasanya ttp gk di benerkan deh …
[Reply]
July 18th, 2008 at 10:26 am
wah ladang bisnis jual beli Golput menjanjikan nihh :))
[Reply]
July 18th, 2008 at 10:26 am
Lho kang…MUI kan memang produk politik, jadi ga usah bingung
[Reply]
July 18th, 2008 at 11:34 am
[Reply]
July 18th, 2008 at 2:35 pm
Yang dipilih pada bejat semua…gimana mau percaya…..
[Reply]
July 18th, 2008 at 3:52 pm
surga emang punya nenek moyang MUI??? bubarkan saja MUI. gak butuh…
[Reply]
July 18th, 2008 at 4:09 pm
pak slamet bikin kaum sendiri aja, pengikutnya ya para fans blog ini

btw, kerenn… ‘kyai slamet’!
moga bila udah jadi kyai fatwa2nya bermanfaat bagi umat
[Reply]
July 18th, 2008 at 6:58 pm
Fatwa ki opo to mas???
kalo ‘Taqwa’.. tahu artinya.
kalo ‘Tawa’… tahu juga..
kalo ‘Fatma’.. penghuni wisma moroseneng… langganan.
[Reply]
July 18th, 2008 at 9:03 pm
ga bisa dipaksakanlah…mo golput ato ga semua pasti ada alasannya masing2
[Reply]
July 19th, 2008 at 9:09 pm
Dikala pemilihan Presiden RI sudah Golput, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pun masih Golput dan sekarang di Jatim “kebetulan barusan ngurus identitas dikota buaya” akan meng-GOLPUT’kan diri. Semoga GOLPUT di Jatim lebih banyak suaranya.
Golputkan suaramu.
[Reply]
July 19th, 2008 at 10:05 pm
Golput nggak ya?
[Reply]
July 20th, 2008 at 10:41 am
wadoohhhhhhhh…..banyak lagi yang bakalan golput nih….
pusing saya , selama ini belum pernah ikutan nyoblos…
[Reply]
July 20th, 2008 at 12:56 pm
Saya kurang setuju kalau golput dikatakan haram. Memilih pemimpin itu kan merupakan hak setiap warga negara, bukan merupakan kewajiban. Jadi kalau dia tidak menggunakan haknya, kan nggak apa-apa.
Salah satu faktor banyaknya golput, mungkin karena para pemilih tidak dibayar. Si tukang becak lebih senang menarik becaknya dan dapat uang ketimbang datang untuk memilih dan tidak mendapatkan apa-apa. Apalagi tidak mengubah nasib mereka.
[Reply]
July 20th, 2008 at 4:00 pm
Klo nanti pada pilgub Jatim saya golput, adalah lebih dikarenakan hari pemilihan yang tidak cocok untuk para pemilih yang sudah tidak berada di kota tempat dia terdaftar sebagai pemilih.
Andaikan hari pemilihan diambil Jum’at atau Senin, mungkin masih bisa untuk ikutan nyoblos…
[Reply]
July 20th, 2008 at 8:58 pm
wahh kalau saya nyarankan jangan Golput donk…
sebaiknya kita pilih pemimpin yang akan membawa negara ini lebih baik.
dan tidak lupa untuk berdo’a
[Reply]
July 20th, 2008 at 9:07 pm
hoaaaammsss…
golput lagi..golput lagi.
ndak di TV, ndak di [maaf, ndak ada stasiun radio disini, jadi ndak jadi saya sebutkan di radio], di blog intranet, di surat kabar, banyak sekali yang membahas golput ini. insya Allah si saya nanti 2009 ndak akan golput. Allohuma nyoblos, kalau kata temen. Ndak seperti pemilu 4 tahun lalu yang sengaja golput, karena saya dipaksa didaftarin sama bapak. Lha wong saya masih 16 tahun waktu itu kok sudah didaftarin, ya saya ndak mau nyoblos. nah insya Allah kan 9 bulan lagi, setelah persetubuhannya Indonesia sama para parpol itu, saya akan milih! nyoblos!
nyoba nyari tahu, sperma dari parpol mana yang berhasil membuahi ovum-nya Indonesia 9 bulan lagi…
hihihi
[Reply]
July 21st, 2008 at 7:22 am
joblos gag ya? wah ntar deh klo udah punya sim *loh*
[Reply]
July 21st, 2008 at 12:32 pm
ajib dah… pake acara fatwa ya… ini ada kaitannya politik gak ya… wekekek
[Reply]
July 24th, 2008 at 11:44 am
HIDUP GOLPUT
Saya ndak mau nambahin dosa terhadap orang-orang yang saya pilih, karena mereka tidak menjalankan amanat yang saya titipkan.
Hasil quick account LSI 40,95% pemilih PILKADA JAwa Timur GOLPUT, termasuk saya
[Reply]
July 24th, 2008 at 11:50 am
Golput gak golput, yang penting NKRI tetap NKRI tul gak?
[Reply]
July 25th, 2008 at 7:16 am
Golput atau Golblos, tetap WNI tho pak
[Reply]
July 25th, 2008 at 8:17 am
Saya mau beli fatwa, dimana ya?
[Reply]
July 27th, 2008 at 2:15 pm
yang penting jangan ada pemilihan yang menggunakan sistem voting musti dirubah
[Reply]
August 16th, 2008 at 11:52 pm
Hidup Golput Bozz!!!, Maju Perut pantat mundur,, Merdeka!!!!
[Reply]
August 18th, 2008 at 8:10 pm
Aku golput sejak tahun 1977
[Reply]
October 31st, 2008 at 7:06 pm
“Golput tidak ada bedanya dengan nonton Maria Ozawa
”
Yang beginian belum ada kan Fatwanya…. :ngacir:
[Reply]