Bulyan Royan sang anggota DPR, layak(kah) dipancung(?)
Anda tahu Bulyan Royan? Anggota DPR RI yang amat sangat terhormat dari partai berlabel agama telah tertangkap basah menerima suap sebesar 60 ribu USD dan 10 ribu Euro. Sungguh peristiwa yang amat sangat memuakkan. Bulyan segera menyusul kawan-kawannya yang terhormat, yang telah terlebih dahulu merasakan hidup di dalam tahanan VIP.
Ada yang menarik tentang sosok Bulyan ini. Pada tahun 2005 lalu, dia melemparkan usulan yang cerdas sadis. Pada saat kasus percaloan mencuat di DPR, Bulyan mengusulkan untuk menghukum pancung bagi anggota DPR yang merangkap calo. Entah calo anggaran, calo undang-undang, calo pengadaan barang atau bahkan (mungkin) calo selangkangan. Bulyan juga berkoar bahwa apabila mekanisme hukum di Indonesia tidak bisa menghukum para calo, maka konstituen yang berhak menghukum anggota DPR yang calo itu. Bulyan juga sepakat dengan keterlibatan KPK dalam mengungkap kasus percaloan di DPR ini.
Anda warga Riau? Anda konstituen Bulyan? Pemilu 2004 lalu anda mencoblos PBR dan nama Bulyan? Setelah membaca pernyataan Bulyan diatas, apabila Bulyan terbukti bersalah apakah anda ingin menghukum Bulyan? Apa hukumannya?
Bulyan-bulyan, bagaimana kamu ini. Baru tiga tahun lalu kamu berkoar, lha sekarang kamu malah tertangkap basah. Ada apa ini Bulyan? Jawablah sayang… Ayo jawab… Jujur saja sayang… Ini musibah sayang… Nanti bisa bertobat kok sayang…
Bulyan juga tercatat sebagai pemegang ijazah dari Pasca Sarjana Northen California Global University Jakarta.
Jadi masihkah anda percaya pada (oknum) kyai (yang berpolitik)?
Gambar diambil dari sini.
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!![PusatLowongan[dot]com](http://pusatlowongan.com/images/lowongan kerja.jpg)






July 4th, 2008 at 1:10 pm
paling jawabnya, saya juga manusia kang….
[Reply]
July 4th, 2008 at 1:34 pm
ya seperti kasus kemaren itu, ntar juga ngomongnya dijebak dan semacamnya…
orang2 itu kan pinter2 aja nyari alibi… susah klo ngurusin politik…
hihihi
[Reply]
July 4th, 2008 at 2:47 pm
rasanya klo ngomong lebih gampang daripada praktik langsung..
yah universitasnya aja palsu, gmana kelakuannya yah??
mau hukum manusia atau hukum tuhan??
[Reply]
July 4th, 2008 at 3:00 pm
Klo menurut Mas Slamet enaknya diapain? Disate apa digule?
[Reply]
July 4th, 2008 at 3:01 pm
blogger juga manusia..
dpr juga manusia…
korup lagi, suap lagi, cape’ deee…
*ambeg’an gueeede pisan*
[Reply]
July 4th, 2008 at 3:53 pm
jadi ? besok golput ? ayuk
[Reply]
July 4th, 2008 at 5:01 pm
saya tidak setuju kalau dia di pancung. bukan alasan karena kemanusiaan. Karena pancung itu hukuman yang tidak ada hubungannya buat orang yang kelakukannya seperti bulyan. saya lebih setuju kalau foto mukanya menjadi petunjuk tempat buang air kecil/besar. dengan begitu setiap kita pengen kebelakang, kita akan mencari bulyan,..
dan nama bulyan sendiri cocok juga untuk kata kerja pengganti buang air besar,..(IMHO)
[Reply]
July 4th, 2008 at 5:11 pm
Negara tanpa Mahkota.. Pecel Lele tan Sungutnya… itulah pribadi tak berkepribadian.. dimana ada semangka tak ada jeruk disana… maling teriak kadal. Kadal teriak cicak…. oh…. negeri yang sekarat……
[Reply]
Ronggo reply on July 5th, 2008:
oooohhhh ,mantafff men aneh bin ajaib, sip sip saloot
[Reply]
July 4th, 2008 at 5:28 pm
“masa terima fee aja kok salah?” jawabane ngono, kemplu tenan…
[Reply]
July 4th, 2008 at 5:34 pm
korupsi itu tidak manusiawi… jangan kita jadi sama kayak mereka. hihi.. sok bijak saya…
[Reply]
July 4th, 2008 at 6:10 pm
selama ada kesempatan.. susah juga untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.. jadi ya korupsi aja selama ada kesempatan.. hahaha..
[Reply]
July 4th, 2008 at 6:36 pm
Hm,, Uang memang membuat kita lupa semuanya….
Apalah artinya Pemegang ijazah tetapi aplikasi di kehidupan sehari-hari NOL BESAR…
Kalaupun Pak Bulyan lolos dari jerat hukum duniawi di Indonesia, beliau tidak akan lolos dari jerat hukum akhirat….
[Reply]
July 5th, 2008 at 8:59 am
Orang kata ini seperti fenomena puncak gunung es. Yang kelihatan cuma puncaknya padahal yang sebenarnya na’uzubillah. Mari kita tonton dagelan ini sampai selesai sambil mempersiapkan kalkulator berapa lagi anggota dewan yang akan menyusul mengambil kapling di hotel prodeo. Kenapa harus pakai kalkulator? Karena kalau pakai jari sepertinya nggak cukup deh.
[Reply]
July 5th, 2008 at 10:54 am
Buyan dimassa trus dijadikan Buyan-Bulyanan* aja….
*maksudnya Bulan-Bulanan.
[Reply]
July 5th, 2008 at 11:00 am
Barangkali sudah gak ngeh mana yang benar ato salah…… Ah, males deee mikirin ginian
[Reply]
July 5th, 2008 at 12:09 pm
klo emng itu di lakukan gak kasian ma keluarga nya too?klo aku sih panjung aja gak papa biar pada mampus tu koruptor, contooh donk perdana menteri
Cina Zhu Rongji
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0309/08/nas04.html
[Reply]
July 5th, 2008 at 4:48 pm
jadi… jadi… ini ajakan agar saya ndak berpulitik, mas??
—emange kowe kyai pay? meski raimu mirip keris…—
[Reply]
July 5th, 2008 at 5:36 pm
itu si royan kali aja pakai aji2 “macan nggereng”, poak slamet. sebelum orang berteriak, dia mesti berteriak duluan, hehehe
ternyata ajiannya sekarang sudah nggak sakti lagi, haks. para wakil rakyat senengnya kok keccek duwit di tengah jutaan rakyat yag menderita. ironis sekaligus tragis.
[Reply]
July 5th, 2008 at 6:01 pm
cuman menjawab pertanyaan terakhir mas,.. percaya gak percaya jadinya..
[Reply]
July 5th, 2008 at 8:33 pm
Makanya, jangan nyoblos deh… Ikutan dosa lho, kalo yang dicoblos jadi Maling.
*kampanye golput mode on*
Eh,pancung Yuk Kang, aku pegang sampeyan, sampeyan yang pegang kapaknya yah
[Reply]
July 5th, 2008 at 9:50 pm
susah cari pejabat yg 100% bersih pak
[Reply]
July 5th, 2008 at 10:53 pm
hmmm… kalo sampeyan jadi anggota dpr apakah akan melakukan hal yang sma?
[Reply]
July 5th, 2008 at 10:57 pm
Mulutmu harimaumu. Kalau Danalingga menunjuk itu untuk mengatai FPI, kita semua pantaslah untuk mengatakan itu kepada BUAL ROYAN. Namanya bual kan, bukan bulyan?
Yah… Namanya sendiri sudah bual. Pantas saja kalau kerjanya membual.
Tapi gini aja deh, Kang Slamet. Coba tanyakan kepada Drajad Wibowo yang dari PAN itu, kira-kira habis berapa duit dia supaya bisa duduk di Senayan. Menurut isu sih, Drajad Wibowo habis Rp400juta untuk menjadi anggota DPR.
Murah amat ya? Mau jadi lurah saja di Tangerang bisa habis Rp100jutaan buat segala macam.
[Reply]
July 6th, 2008 at 3:18 am
biarlah hati bulyan yg menghukum dirinya….
Allah maha besar…dan hatinya lah yg akan menghukumnya….
[Reply]
July 6th, 2008 at 9:35 am
Sam, penggunaan image yg kurang pas tuh, terkesan menjurus ke etnis tertentu, seolah-olah alat itu akan dijadikan alat pancung
[Reply]
July 6th, 2008 at 3:42 pm
kalo sampeyan nyalon, saya pasti nyoblos kang… tapi setelah itu saya ndak yakin juga haha….
[Reply]
July 6th, 2008 at 5:27 pm
itukan cuma succes fee ajah… dasar watak korup
[Reply]
July 6th, 2008 at 7:12 pm
pak bulyan mungkin lupa ama omongan-nya dia dulu.eh, malah dia-nya yg kejeblos kasus suap
[Reply]
July 6th, 2008 at 7:32 pm
halah pejabate dhewe pancen nggambus pol! aku wes rak percoyo mbek pejabat,, nggambus kabeh!
[Reply]
July 6th, 2008 at 9:13 pm
jadi begitu?
*ah, sudahlah*
[Reply]
July 6th, 2008 at 9:35 pm
Berani taruhan mas..hukumannya nggak lebih dari 5 tahun , apalagi dipancung wau kejam banget mas slamet ini….nggak bakalan ko..toh yang meriksan juga manusia…:)
[Reply]
July 6th, 2008 at 11:39 pm
Hei Bulyan… jangan mau kamu jadi bulyan-bulyanan komentar para blogger disini…. jawab donk….
*di penjara ada WiFi gak ya???*
[Reply]
July 7th, 2008 at 4:45 pm
hal ini sudah menjadi sifat manusia, suka lupa daratan. klo saya sebagai calon anggota DPR pasti juga saya akan berteriak2 anti suap dll. tapi mungkin setelah saya sudah menjadi anggota malahan nerima suap. sudah sifat manusia…klo mas Slamet gimana???
[Reply]
July 8th, 2008 at 1:31 pm
Bagaimanakah pertanggungjawaban mereka terhadap Tuhan atau mereka tak BerTuhan atau mereka memiliki dalih dalih pembenaran tentang kecurangan sebagai seorang Politisi tabi bukan kah itu kebanyakan wakil kita begitu jadi apakah salah kalo tidak memilih karena tidak punya pilihan ?
Kasih pendapat mbah ? biar cucungnya gak salah pilih
karena saat ini ( Kini Lho ) pilihan terbaik tidak memilih ?
[Reply]
July 9th, 2008 at 11:34 am
jabatan emang sering bikin ora lupa daratan
apalagi kalau ada kesempatan
[Reply]
July 9th, 2008 at 1:40 pm
ga kenal tuch sama yang namanya bulyan, lebih kenal pemilik blog ini
[Reply]
July 13th, 2008 at 8:37 am
mungkin lagi khilaf
[Reply]
July 15th, 2008 at 5:23 am
makan makan buat oom bulyan.
siap siap dipancung …
[Reply]
July 15th, 2008 at 1:42 pm
kalo dapat fee makanya bagi2…..dong…..ah
jadi kalo ketangkep rame2,…
kan kerjanya juga rame2…..
Bulyan memang jago hitungan perkalian tapi kalo hitungan pembagian ga bisa…,!!!!!
memang Bulyan ga pernah janji mo ngasih ma anak buahnya tapi,…. bo ya ngerti aja wong kerjanya yang lebih capek kan prajuritnya….!!!!
[Reply]
July 15th, 2008 at 1:48 pm
kenapa ga duitnya dikasih ke geu aja..?
biar gue yang dipancung….
kerena duit segitu cukup buat hidup 2 turunan…
maksud gue kadal gue yang dipancungnya.
[Reply]
July 17th, 2008 at 6:55 pm
Pasti jawabnya “Gak cuma ROCKER aja manusia, Bulyan Royan juga manusia”
[Reply]
July 29th, 2008 at 4:19 pm
Dihukum penjara satu sel dengan Ryan dan Sumanto
[Reply]
July 31st, 2008 at 4:39 pm
Hehehe - - -
Gak perlu jauh2, di kota Tuak sendiri uaaaaaaaaakeeh sing kiyai kadal
[Reply]
August 2nd, 2008 at 2:41 pm
setuju hukum mati…………………………….tapi bukan di pancung matinya katanya di indonesia itu gak ada hukum pancung, ya ga papa di hukum tembak aja tapi 1000 polisi di siapkan untuk menembak 1 orang SI KORUPTOR……………………..
[Reply]
January 5th, 2009 at 11:58 am
nyante aza boss..skrg khan dah bulyan januari 2009…
[Reply]