Susah masuk surga…
Di sebuah warung toak, beberapa toakers sedang berdiskusi tentang masalah akhirat. Kucluk, seorang pemuda yang sedang kebingungan tentang nasibnya mencoba untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Paling tidak, walau hidup sengsara di dunia, dia ingin kelak akan masuk surga dengan ditemani miyabi ribuan bidadari yang virgin. Dia mencoba ngangsu kawruh dengan Mbah Gebleg, sosok yang disegani di kalangan toakers.
Kucluk : “Gimana ya mbah biar bisa masuk surga nan katanya nyaman ituh?”
Mbah Gebleg : “Yo mbok kamu belajar ngaji sana dengan mbah kyai di pondok ujung desa ituh.”
Kucluk : “Ogah, mbah. Mbah kyai-nya sudah jarang ngajari ngaji. Dia sibuk sekarang. Banyak tamu penjahat pejabat sowan minta restu.”
Mbah Gebeleg : “Ah, kan dia masih banyak waktu luang toh le… Ya mbok matur sana. Minta diajarin ngaji, kalau perlu total nyantri disana.”
Kucluk : “Gak ah mbah. Dia sekarang sibuk banget. Dia kan sudah jadi anggota DPR, belum lagi kalau lagi ngurusi pundi receh partainya ituh.”
Mbah Gebleg : “Ah masak sih… Tapi bener kok, sekarang dia jarang ke mushola desa. Beda sama waktu mau coblosan dulu. Yah.. coba sama pak ustadz yang ada di kota sana!”
Kucluk : “Wah gak mau, mbah. Saya masih suka pakai celana jeans. Kalau sama pak ustadz ituh pasti saya dipaksa jadi anggota triple C.”
Mbah Gebeleg : “Oalah, apa itu triple C?”
Kucluk : “Itu lho mbah, CCC, Club Celana Cingkrang! Belum lagi pasti saya nanti dilarang ndengerin lagunya Slank, Jamrud dan campursari. Susah mbah!”
Mbah Gebleg : “Hmmm… Kamu ke Jakarta saja sekalian, berguru sama habib yang terkenal ituh.”
Kucluk : “Wah, saya gak bakalan diterima mbah.”
Mbah Gebleg : “Lho emangnya kenapa?”
Kucluk : “Saya gak bisa berkelahi mbah. Padahal habib ituh suka berkelahi. Bukannya dia sih, tapi anak buahnya. Saya juga gak tegaan kalau harus mukuli kepala orang, mbacok atau menthung.”
Mbah Gebleg : “Oalah le… baru tahu kalau sekarang susah masuk surga, beda sama dulu. Sekarang banyak jalan menuju surga yang dibilang sesat. Aku juga bingung le, entah nanti masuk surga apa enggak.”
Kucluk :”Itulah mbah…”
Mbah Gebleg : “Le, nambah toaknya tuh!”
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!






June 4th, 2008 at 19:41
masuk surga nggaknya tergantung penguasa hidup.. kita tinggal menjalankan sesuai keyakinan apa yang kita anggap benar dan selalu belajar belajar dan belajar untuk menjadi lebih baik.. amin
Reply
Jauhari reply on June 5th, 2008:
Tapi kan ada aturannya dan juga SURGA yang mana dulu
Reply
latif reply on September 8th, 2008:
aku masuk neraka aja, dari pada gak ada tempat sama sekali. pusing aku!
Reply
latif reply on September 8th, 2008:
itu juga masih intung toh.. yo mas!
Reply
June 4th, 2008 at 20:08
setuju dan sama dengan pendapat cak Anang…
Reply
June 4th, 2008 at 20:19
nyindir yaa? NYINDIR??
Reply
June 4th, 2008 at 23:00
Wakakakaaa,.. halus sekali,..
nice,..
Reply
June 5th, 2008 at 01:35
penggalan dialog ini kok mengingatkan saya akan kelompok tertentu yang suka mengatasnamakan agama tertentu dengan menenteng pedang ke mana2 sambil menjelek2kan seorang mantan presiden, hehehehehe
Reply
June 5th, 2008 at 09:08
ha ha … gampang mas masuk surga, kalau niat.
Reply
June 5th, 2008 at 09:39
Ha ha ha,
sindirang yg langsung makjleb…
aku niat kok masuk surga, bareng ama Miyabi >:)
Perkara diterima atau tidak itu urusan belakangan(Yang di atas)
Reply
lucky luke reply on June 5th, 2008:
maksudnya yang diatas itu miyabi ya?
(sambil garuk-garuk kelapa ne!)
Reply
June 5th, 2008 at 09:51
Ah….klo hny untuk bertemu bidadari seperti Ndutz ajah gak perlu masuk surga dulu, tinggal meluncur ajah ke kostan Ndutz
Reply
June 5th, 2008 at 09:53
Mau masuk surga nggak harus jadi habieb khan??? ..oopps
Reply
June 5th, 2008 at 10:12
Jadi intinya habib di jkt itu ga masuk surga yah *ooops juga*
Reply
June 5th, 2008 at 10:41
yah, pokoke banyak2-in ibadah aja ama beramal utk sesama manusia laen.
satu lg, kalo masup surga kayaknya gak ada miyabi deh
Reply
tintin reply on June 10th, 2008:
buat Toim : Belum tentu bung, jika dia bertobat sebelum meniggalnya dengan taubat nasuha diterima oleh ALLAH .. maka semua adalah kehendak ALLAH
Reply
June 5th, 2008 at 12:14
sek.. sek… saya kok bingung…
jadi miyabi itu celananya cingkrang?
Reply
June 5th, 2008 at 12:57
Masuk surga pake tes nggak sih ? *siap-siap nyari bocoran .
Reply
June 5th, 2008 at 13:58
saya culun boy, “siapa sih miyabi ituh?”… bahasa jepangnya bidadari ya?
Reply
Kucluk reply on June 17th, 2008:
Ck..ck..ck….Miyabi itu mantan cewe gue! Tapi pas gue putusin dia, dia jadi artis Bokep…
Reply
June 5th, 2008 at 14:13
miyabi? ini pasti soal wisata kuliner lagi!!!!
Reply
June 5th, 2008 at 16:24
loh….”wisata kulinernya ” …? jadi wisata surganya Miyabi to…? ( bingung……)
Reply
June 5th, 2008 at 16:28
dadi wong jahat sik mas, trus sakdurunge mati / detik2 menjelang kematian langsung tobat, masuk surgo wes
Reply
tintin reply on June 10th, 2008:
Bener mas Slamet .. pha peyan eruh matine kapan tekok endi ..??
lha nek matine pas dadi wong jahat piye ..??
Reply
June 5th, 2008 at 20:13
Wah, aku kira khuclukz temanku.
Hahaha…
Reply
June 5th, 2008 at 22:50
postingan ke 3 yg ridu baca tentang FPI.. hehehe..
kira2 mereka piaraan siapa yah..
Reply
June 5th, 2008 at 23:03
coba kalo doanya sluman slumun slamet Insya Allah yo masuk hehe elok tenan postingan sampean mbah Menuju sasaran hangat
Reply
June 5th, 2008 at 23:50
saia pindah omah pak…
Pengennya saia pertama kali ngeposting itu ya yang lucu-lucu lha kok mak jedunduk ono manusia dikepruk TOA masjid pas hari apanya pancasila gitu ya… jadinya saia ngeposting nyang entu… lha disini kok alus ya? saia kadung misuh-misuh e pak? dua kali, he he…
tapi sing panglima ne kok mlayu ya? ato mungkin si panglima udah di sorga ya?
hwe he he
NGOPI nang omah anyarku pak
Reply
June 6th, 2008 at 01:03
Mas, memang susah mau masuk surga, bukan susah surganya, tapi birokrasinya. hehe.
Reply
June 6th, 2008 at 04:23
mantap sekali om.
kalo berguru sama miyabi saja gimana?
Reply
June 6th, 2008 at 05:27
hihihihi……ngekek abis bacanya….
*pintertenan*
jadi ingat percakapan sama teman disini (waktu dia tau aku muslim)..
dia bilang….gw juga mau jadi teroris bawa bom trus bunuh diri, asal bener2 masuk surga dan dilayani 200 perawan ting2…..
trus saya bilang : laaah sebulan tuh cuma 30 hari…trus gimana dikau bisa membagi rata waktumu yg 30 hari untuk 200 perawan???
matiiii deh kau…….!!!
dia bilang….iyaaa yaaaaa………(goblog juga saya ini….mosok disurga sebulan juga cuma 30 hari???)
Reply
June 6th, 2008 at 07:31
Masuk surga ya, yang pertama harus niatnya dulu,hehehe….
Tapi liat tulisan miyabi, niat sayah jadi hancur
Reply
June 6th, 2008 at 09:16
waduh saya besok masuk surga ga yah? saya suka download mp3 bajakan tuh,,hehe
Reply
June 6th, 2008 at 10:12
wah masuk sorga aja koq repot… saya sih gampang masuk surganya mas, wong saya punya tiketnya koq kelasnya VIP lagi
salam kenal
Reply
June 6th, 2008 at 14:40
Banyak makna tersirat,
siap2 saja di bredel pemerintah
Reply
June 6th, 2008 at 21:45
Gak penting surga apa neraka,
yang penting didalamnya ada miyabi….
Slamet : Miyabi ituh sapa ya?
Reply
June 7th, 2008 at 01:25
Kalau masuk surga susah, masuk angin mungkin lebih mudah … terus minta kerokan mas
Reply
June 7th, 2008 at 03:54
Mbah Gebleg:”….Sekarang banyak jalan masuk surga yang dibilang sesat.”
Maka pilihlah jalan kekerasan agar tidak tersesat. Udah mukulin orang sampe babak belur, masuk surga lagi. Hidup premanisme! (Lho?!)
*kabur
Reply
tintin reply on June 10th, 2008:
BTw .. yang disangka jalan menuju sorga dianggap sesat kuwi seperti apa ..??
Reply
June 7th, 2008 at 09:11
Huahaha…!!! Cerita ini keren! Cerita ini keren! Nggak terlalu panjang, nggak terlalu pendek. Pas! Dagelan sungguh!
Reply
June 7th, 2008 at 09:33
hmmm….., apakah yang menulis ini semua sesuai antara tulisan dengan isi hatinya ? mudah2an saja tidak… !
Reply
June 7th, 2008 at 19:13
Selama mas kucluk masih berkelakuan kucluk jangan harap ada surga di akhirat nanti. Aku tau rumahnya gus kucluk. Rumahe itu di jawa timur bagian barat, di utara rumahnya ada langgar. Di selatan rumahnya ada pohon besar yang dihuni jin. Bukan tentang ngelmu trawangan tapi tentang kucluk. Eh nyindir diriku sendiri, he he. Salam kenal buat mas slamet widodo
Reply
tintin reply on June 10th, 2008:
HAhhaha Gus Kucluk kuwi sopo ..??
Gus “D” tah ..
Reply
June 9th, 2008 at 09:19
hahahaha.
mengena sekali bung!
hobi kok menuduh orang lain sesat. duh!
Reply
June 10th, 2008 at 10:31
Coba urun komen ..
*Serius Mode ON*
menentukan masuk surga apa nggak bukan hak kita, tetapi membenarkan jalan² masuk ke surga itu harus ada dalil .. dari AL Qur’an wa Sunnah yang diterangkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya dan kemudian kepada kita .. dari hadits² yang shahih.
Bahkan dengan perbuatan terkecil pun, seperti sedekah.
Yang pasti tidak boleh syirik dan menyekutukan ALLAH baik dalam berdoa memohon dan lain²nya yang merupakan hak ALLAH semata. Jika belum bertobat dari kesyirikan banyak dalil yang mengatakan orang tersebut kekal dalam neraka.
So Jalan menuju sorga banyak, tetapi nggak sembarangan menjelaskannya. Masak mengatakan jalan menuju sorga kudu bercinta dengan miyabi misalnya … yah semoga setelah bercinta dengan miyabi terus bertobat sebelum meninggal. Maka kita kembalikan kepada ALLAH.
kalo tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah ada hadits yang menjelaskan amalnya tertolak.
tetapi siapa yang tahu meninggal dalam keadaan sudah bertobat apa belum ? Karena seorang maksiat yang jaraknya sudah dekat ke neraka masih bisa masuk surga begitu pula sebaliknya (keterangan dari hadits) tetapi bukan berarti kita harus bermaksiat terus .. melainkan sebaiknya kita meningkatkan kualitas amal sholeh kita dengan ikhlash hanya karena ALLAH semata dan sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah ..
So .. intinya kembali kepada ajaran Rasulullah sesuai pemahaman Rasulullah yang diajarkan kepada para sahabat, tabi;in tabi’ut tabi;in sebagai generasi terbaik. Karena pemahaman kita bermacam-macam sehingga kita harus mengembalikan pemahaman kita kepada pemahaman mereka yang telah di puji ALLAH dan di janjikan surgaNYA.
Allohu’alam ..
Reply
lady reply on June 10th, 2008:
akuurr..
Reply
June 10th, 2008 at 11:01
aku pesen cukrik aja mas..
Reply
nathanael reply on October 15th, 2008:
hai boleh kenalan mbak ULAN……….!
Reply
June 12th, 2008 at 05:14
Kalo repot ya mbikin sorga sendiri saja…
Gitu saja kok repot™
Reply
June 12th, 2008 at 14:47
kamu kamulah surgaku – by The rock
Reply
June 13th, 2008 at 10:52
huahauhuahauhuahu
ada ga surga yang kriterianya gampang?
kelas ekonomi juga gapapa
yang penting surga :p
Reply
June 13th, 2008 at 15:31
hehehehe…
ada yg jual tiket ke surga??? aku mau dunk beli 10…buat persiapan
Reply
June 13th, 2008 at 22:30
Hm,, surga oh surga…
mudah-mudaham diriku yang hina ini bisa jadi salah satu penghuni surga… amin,,
Reply
June 14th, 2008 at 19:02
emoh klo sama Miyabi.. klo sama Reon Kadena sih mau aja.. ;P
Reply
June 16th, 2008 at 17:34
tentu saja tergantung amal perbuatan jika ingin masuk surga. salam kenal, pak.
Reply
June 19th, 2008 at 10:17
kalo di kampus saya dulu, triple C tuh namanya ACC (Asosiasi Celana Cekak)
Reply
June 19th, 2008 at 20:13
ah, lagi2, tulisan yg menggelitik. masih banyak yg harus dibenahi dalam rangka saling menasehati. mudah2an banyak yg membaca tulisan ini..
Reply
June 24th, 2008 at 16:21
Hmm haruse berguru ke sam slamet ae
… ben slamet…
Gmn sam?
Reply
June 26th, 2008 at 20:03
Susah masuk neraka, mak!
masak suruh bwt ngreka2 aliran sesat, trus ngemis2 sama TAF
malu kan nyak!
trus nyari2 org bwt bisa dibayarrrrrrrrrrrrrrrrrr!
wah repot, nyak!!!
Reply
July 25th, 2008 at 07:22
Yang punya surga siapa? Lah terserah yang punya dunk, mau masukin siapa. Kalo yang punya sudah netapin syarat-syaratnya seperti apa buat masuk surga, ya tinggal ngikutin.. Gampang tokh?
*tidur lagi, mimpi miyabi*
Reply
July 30th, 2008 at 18:53
Pada Bingung Mikirin sorga, Kunjungi Website kami
http://www.lidahwali.com
“Tersesat Masuk Surga”
Reply
August 5th, 2008 at 16:49
Waahh .. waahhh .. mas Slamet Widodo ini bicara tentang ilmu kasunyatan atau ilmu kenyataan, bukan teori di buku2, atau angan-angan di pikiran, apalagi teori barang impor.
Reply
December 26th, 2008 at 15:27
sekarang pasti yakin masuk surga ya kyai…
Reply