Berpikir Merdeka

Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!
Random Image

Slamet Widodo adalah seorang warga negara Republik Indonesia


Archive for June, 2008


Plat merah bukan plat hitam, apalagi plat kuning…

jangan mejeng pake plat merahPada hari libur kuturut ayah tamasya…

Naik mobil dinas plat merah kududuk di muka…

Kududuk di samping ayah yang giat bekerja…

Mengendalikan mobil supaya baik jalannya…

Tut tit tat tit tut tit tat tit tut…

Suara klakson mobil…

Tut tit tat tit tut tit tat tit tut…

Suara klakson mobil…

***

Naik mobil dinas tut tut tut…

Siapa hendak turut…

Ke mall, tamasya…

Bolehlah naik dengan percuma…

Ayo ayahku lekas naik…

Mobil dinas tak berhenti lama…

***

Di mana-mana kini orang tak malu lagi memakai mobil dinas. Bukan hanya ke kantor atau pelosok hutan atas nama dan biaya dinas, tapi juga pusat-pusat perbelanjaan dan taman-taman rekreasi. Puncaknya pada musim liburan seperti ini. Di Malang misalnya, sebuah kota tujuan wisata, anda akan menjumpai aneka jenis mobil dinas dari berbagai daerah. Itu yang ketahuan masih jujur dengan plat merahnya. Sudah menjadi rahasia umum, seringkali ada mobil dinas plat merah diganti menjadi plat hitam ketika dipakai perjalanan pribadi. Entah untuk tujuan wisata, belanja, atau (bahkan) mesum.

Mereka boleh bilang, ini pakai duwit pribadi buat beli BBM-nya. Ya benar! Tapi tahukah saudara dengan ausnya ban, kampas kopling, kampas rem, busi dan oli mesin?

Read More

Kapan lagi dapat duwit lima juta…

Sejak BBM resmi disesuaikan harganya oleh SBY dan kawan-kawan, geliat kenaikan harga barang kebutuhan pokok semakin menggelora. Bahkan harga elpiji yang konon merupakan “bahan bakar alternatif” juga turut merangsek naik. Lha, minyak tanah naik, elpiji naik… maksudnya?

Masih beruntung bagi para PNS, TNI dan Polri. Kini satu tahun dalam buku pintar mereka bukan 12 bulan lagi. Satu tahun bagi para abdi negara dan abdi masyarakat (HALAHHH BANGET!!!) ini sama dengan 13 bulan. Ya, saya dan istri yang kebetulan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat baru saja mendapatkan gaji 13. Bersyukur… Alhamduliilah…

Tapi ingat juga! Saya bukan hanya abdi negara dan abdi masyarakat, saya juga seorang blogger. Blogger yang (juga) mencoba mengais sedikit rejeki dari dunia maya ini. Maka berbagai cara telah saya lakukan. Ups… sebenarnya sih baru satu cara, masang iklan. Hasilnya? Dari dua blog yang saya daftarkan pada program SKDTMSLPMWOL (Sak Klik Dibayar Tapi Mung Sithik, Lha Piye Meneh Wong Ora Ono Liyane) sampai detik ini baru menghasilkan 16.350 USD rupiah saja.

Lha apa tujuan saya ngeblog itu untuk cari uang? Bukan saudara! Sekali lagi bukan. Saya ngeblog hanyalah untuk mengisi waktu luang saya yang banyak ini. Hehehehe… Lalu kenapa kok harus masang iklan segala. Ahhh… cuma sebagai kosmetik yang mempercantik blog ini saja. Dan juga ketika mahasiswi (I bukan A) saya membuka blog ini akan berujar : ” Weeikkk… blog-nya Pak Dosen Slamet, banyak iklannya lho!”

Milik negara!!!

Ikut lomba blog? Ya, itu salah satu cara mengais rejeki berupa duwit dan (mungkin) kepopuleran. Malah saya bikin lomba blog. Mau ikut lomba blog yang diselenggarakan oleh Kijang juga gak mungkin. Masak perjalanan atas biaya negara dengan kijang plat merah kok dibanggakan dan diikutkan lomba blog. Masih banyak lomba blog lainnya,

Read More

Ternyata kekerasan itu (masih) sangat dibutuhkan…

Hingar bingar kompetisi sepak bola piala eropa ternyata masih mampu digoyahkan oleh aneka berita kekerasan. Juni ini diawali dengan tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan sebagai pembela Islam. Entah sejak kapan kelompok ini diangkat sebagai pembela Islam? Belum lama berselang aksi FPI menjadi bahan pergunjingan masyarakat, giliran daerah peisisr utara Jawa dikejutkan oleh kehadiran geng cewek bau kencur. Ya masih bau kencur, soalnya belum pernah pakai sabun sirih sih!

Masih di bulan Juni, tepatnya dua hari lalu. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh para calon sarjana menyeruak diantara sorak sorai piala Eropa. Bukan main tangkasnya para mahasiswa ini memainkan api, batu, bambu. Bahkan sebuah mobil rakyat pun dibakarnya hingga matang. Entah apa yang ada di benak mereka? Padahal mereka selalu berkoar anti kekerasan, mereka mengecam aksi kekerasan (oknum) aparat, mereka mengecam aksi kawan-kawan Munarman, tapi…

Kekerasan juga telah melembaga dan membudaya di dunia pendidikan. Kita semua masih ingat tindak kekerasan calon abdi negara dan abdi masyarakat yang sekolah gratisan tanpa membayar di STPDN. Beberapa waktu lalu beredar video porno amatir berisi kekerasan di STIP. Bahkan kekerasan diduga terjadi pula di “kampus Islami” yang ada di Bogor, IPB. Seorang blogger menjadi korban kekerasan pula gara-gara tulisannya mengungkap aksi kekerasan dalam kampusnya.

Pilkada juga seringkali diwarnai dengan kekerasan. Paling baru, kasus pemilihan gubernur Maluku Utara. Aksi kekerasan antar pendukung calon gubernur sudah menjadi tontonan rutin di televisi, bahkan sepasang blogger menjadi saksi mata berbagai aksi kekerasan di sana. Lucu… Ternyata banyak pejabat yang bodoh. Hanya berhitung saja mereka tak mampu!

Kekerasan selalu ada dimana-mana. Pertanyaannya adalah kenapa harus ada kekerasan? Seorang pakar telematika memberikan jawaban yang mengejutkan.

Kekerasan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tanpa kekerasan tidak mungkin masyarakat bisa mencapai tujuannya!

Siapakah pakar metadata foto porno tersebut?

Read More

Keluarga blogger…

Beginilah jika kepala sudah susah diajak kompromi untuk mengeluarkan ide, dikala tangan sudah susah diajak menari diatas keyboard, dikala mulut susah menggumam untuk bahan tulisan…

keluarga blogger

Ya, sekedar menambah arsip blog saja! Sekedar pamer kaos saja! Terakhir, sekedar meyakinkan anda bahwa saya sudah tidak gondrong lagi. Itu saja!



Berpikir Merdeka © 2007-2008 All Rights Reserved. I am proudly using WordPress.
27 queries. 0.305 seconds.

Saur 1.2 made by Nurudin Jauhari
Entries and Comments.