Istiqomah…
Istiqomah atau konsistensi saat ini sedang menjadi sebuah kebutuhan wajib bagi para pejabat negeri ini. Istiqomah dalam menjalankan amanat rakyat haruslah menjadi kewajiban yang tak bisa dielakkan bagi para pemegang amanat ituh. Pemerintah SBY yang berjanji akan memberantas korupsi di awal masa pemerintahannya dulu, kini sedang diuji konsistensinya. Berbagai desakan dan ancaman untuk membubarkan KPK telah bergulir. Dari mana lagi, kalau bukan dari lembaga sarang koruptor.
Para pejabat yang kini banyak mendekam di bui ternyata mempunyai masa lalu yang manis. Mereka kebanyakan adalah seorang aktivis pergerakan di kala mudanya, di kala masih menjadi mahasiswa, mahasiswa S0 hingga S1, tepatnya. Mereka dulu berteriak-teriak akan ketidakadilan. Mereka dulu berbusa-busa berorasi menuntut kesejahteraan rakyat. Mereka dulu seorang raja singa podium. Mereka dulu sangat lihai membawa palu ketika memimpin sidang tahunan organisasi.
Tapi ketika istiqomah tidak lagi menjadi tambatan hati, ketika jabatan telah menanti. Hilang semua kepedulian mereka pada rakyat kecil. Sejarah membuktikan betapa busuknya (oknum) bekas aktivis mahasiswa itu. Yah, istiqomah telah hilang dari hati mereka…
Saya salut pada seorang Kawan yang sampai detik ini pantang untuk masuk sebuah mall di depan tugu kujang Bogor. Dia beralasan, dulu dialah yang berada di baris depan menentang rencana pembangunannya. Sikap itu ternyata dijaga hingga detik ini. Tak salah pula dia bekerja di sebuah NGO lingkungan. Dia pun tak sudi mengajukan beasiswa dari sebuah lembaga yang dinilainya perusak lingkungan. Itu tuh yang sedang menggugat Koran Tempo.
Kawan lainnya aneh lagi. Seorang aktivis NGO kawakan dari Jogjakarta. Dia sangat anti kapitalisme, sampai-sampai belum pernah sekali pun sudi masuk di gerai makanan cepat saji ala Amerika semacam MacTi, KaePCe dan lain sebagainya. Namun ke-istiqomah-annya berhasil saya goyahkan ketika berada di Bandara Sultan Hasanuddin. Saya rayu dia untuk makan siang di KaePCe. Alasan saya simpel, kalau berada di keramaian semacam bandara, jangan coba-coba daripada menyesal seumur hidup. Mending kita makan yang jelas-jelas ajah, bujuk saya. Kawan saya pun menurut sembari merengut. Ah sekali ini saja! Hahahaha…
Saya sangat beruntung mempunyai dua kawan tersebut. Mereka mencoba untuk tetap istiqomah dalam berjuang. Seandainya seluruh aktivis dan bekas aktivis seperti mereka. Seandainya semua blogger yang katanya “blogger itu jujur” juga tetap istiqomah dalam kejujuran.
Bagi anda para aktivis, sanggupkah anda untuk tetap istiqomah?
Kemarin saya lihat anda turun ke jalan menolak pembangunan mall di sebelah TMP Kota Malang, malamnya saya lihat anda sedang duduk berduaan di gerai Pijjat Hot mall tersebut!
Tetap Merdeka!
Slamet Widodo adalah seorang warga negara Republik Indonesia 





May 16th, 2008 at 6:09 am
Haahahahaha “sekali ini saja” -nya itu loh…..
Udah ampe Makassar gak sekalian maen ke Sorowako sini mas gond… eps mas Slamet?..
Utuk Yg masih istiqomah, semoga tetap istiqomah, utk yg sudah hitang ke-istiqomaannya,
semoga kembali istiqomah, untuk memperjuangkan nilai2
keadilan kebenaran dan kejujuran… amien..
May 16th, 2008 at 7:28 am
Kalau saya sih lagi belajar istitomah menulis aja Mas …
May 16th, 2008 at 8:30 am
yang demo hemat energi sudahkah mereka melakukan penghematan. yg anti korupsi sudahkah mereka bebas dari penyakit menggiurkan itu. hehe
May 16th, 2008 at 8:43 am
Dan mereka bilang begini,
“Agh… dulu sewaktu menjadi mahasiswa, saya berjuang berasama teman yang lain dengan tidak melihat koridor hukum yang ada, dan sekarangpun kami ini masih berjuang, perjuangan tetap kami lakukan sesuai dengan jalur konstitusi dan lobi-lobi birokrasi, dimana jalur-jalur itu yang seharusnya ditempuh dan dilewati”
May 16th, 2008 at 9:38 am
klo udah dapat nikmat, susah utk istiqomah
May 16th, 2008 at 9:47 am
belajar istiqomah tanpa menjadi eskrim eh ekstrim
artinya tetep ada usaha dan pencarian untuk menemui hal baru
boleh kan, mas?
May 16th, 2008 at 11:37 am
Saya tetap jujur kok.
*merasa*
May 16th, 2008 at 12:27 pm
bener tuh kata toim biasanya memang begitu..
May 16th, 2008 at 9:03 pm
berjuang dijalan masing2 ^^
*masih inget saat demo Matos duluw tereak2*
May 17th, 2008 at 8:09 am
pijjahatnya barusan buka, demonya kapan yak?
May 17th, 2008 at 11:21 am
kadang susah banget buat mempertahankan daripada buat mencapai sesuatu..
May 18th, 2008 at 8:14 am
mempertahankan idealisme itu sulit sekali memang.. *sambil manggut2*
May 18th, 2008 at 8:54 pm
mencerahkan! skrg tinggal sikap kita aja sih mas klo mnrt sy
May 19th, 2008 at 3:27 am
menjaga sikap istikomah agaknya bukan hal yang gampang, pak, apalagi ketika atmosfer di sekitar kita sudah demikian hedonis dan materialistis. hanya ketegaran dan basis *halah* keimanan yang dapat menjaga sikap istikomah itu. *bener ndak yah?*
May 19th, 2008 at 6:11 pm
tanggaku nek bab Istiqomah nomer siji kang……pokoke gak wani neko2…hla wong bojone jenenge istiqomah je…
May 20th, 2008 at 1:48 am
ah, saya gagal sebagai blogger. lha wong nggak istiqomah update blog ^^;;
May 21st, 2008 at 4:45 pm
suwun mbah slamet saya mohon ijin sering menggunakan dan terispirasi cara berfikir anda yang luas dan merdeka jadi kenankan saya untuk selalu belajar dari blog dan tulisan tulisan anda terimakasih anda telah memperkenankannya