Syahwat bikin jalan macet…
Urusan syahwat memang seringkali menimbulkan masalah. Bukan hanya bagi si pelaku namun juga bagi orang lain yang tidak tahu rimbanya. Gara-gara syahwat pula, jalanan bisa menjadi macet total. Sungguh fenomena yang patut disayangkan.
Ini bukan syahwat biasa, bukan syahwat yang identik dengan pengobatan tradisional semacam Mak Erot. Ini adalah syahwat politik. Syahwat politik jauh lebih berbahaya daripada syahwat biologis. Yah, era reformasi membawa perubahan pada fenomena syahwat politik di negeri ini. Sekarang orang tanpa sungkan dan malu melampiaskan syahwat politiknya dimuka umum.
Hari Sabtu lalu, perjalanan saya dari Tuban menuju Malang sempat terganggu gara-gara syahwat politik seorang politikus lokal. Tanpa segan-segan politikus tersebut melakukan masturbasi politiknya di tepi jalan utama yang menghubungkan Surabaya dan Malang. Kemacetan pun tak terelakkan lagi. Begitu antusiasnya massa untuk melihat dari dekat masturbasi politik yang dilakukan oleh calon pemimpi(n)nya. Acara masturbasi politik tersebut dihadiri oleh ribuan massa. Hujan badai tak menghalangi aksi pelampiasan syahwat politik tersebut. Entah berapa ratus juta rupiah biaya pementasan aksi masturbasi politik ini.
Semua penumpang tampak gelisah menghadapi kemacetan selama tiga jam ini. Berbagai dugaan penyebab kemacetan mereka pikirkan. Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis ada di hampir semua benak penumpang. Namun begitu tahu bahwa penyebab kemacetan adalah aksi masturbasi politik sang politikus, do’a serta sumpah serapah pun bersahutan.
Benar! Do’a dan sumpah serapah! Penumpang yang “alim” mengeluarkan do’a ancamannya. Semoga calon pemimpi(n) yang melakukan masturbasi politik di pinggir jalan ini bakal kalah, begitu kurang lebih do’anya. Sedang bagi penumpang yang “kurang alim”, sumpah serapah pun meluncur dengan jelas. Berbagai kata umpatan khas jawa Timur pun bersahutan dan ditujukan dengan penuh rasa hormat kepada sang pelaku masturbasi politik ini.
Bukan hanya masturbasi politik, syahwat politik juga menghalalkan adanya pedofili politik. Ini saya ketahui keesokan harinya, ketika membaca sebuah koran. Salah seorang kandidat pemimpi(n) melakukan pelanggaran berat dengan melibatkan anak-anak sebagai juru kampanye pemuas. Gila! Anak perempuan usia SD pun diembat!
Yah, syahwat politik memang berbahaya! Ketika syahwat politik telah memuncak, semua pun bisa dihalalkan.
Slamet Widodo adalah seorang warga negara Republik Indonesia 





May 9th, 2008 at 7:44 pm
wah, repot juga kalau para politisi sedang beronani di jalan raya. jadi pemandangan banyak orang dan bikin kemacetan. kok ndak malu, ya, pak. kalau kampanye tanpa show action kayak gitu apa ndak bisa?
[Reply]
May 9th, 2008 at 7:50 pm
APa masyarakat yg tergangu akan memilih mereka? Lihat saja~
[Reply]
May 9th, 2008 at 8:00 pm
wahahah.. ridu kira syahwat biologis yg mo dibahas.. eh ternyata bukan toh pak..
iya tuh emang beteee banget cuma gara2 kepentingan segelintir orang, kepentingan umum jadi terbengkalai
[Reply]
May 9th, 2008 at 8:58 pm
yang diuntungkan dari ini semua ya mereka yang bertaruh jabatan dan menepikan hak masyarakat lainnya.. huh….
[Reply]
May 9th, 2008 at 9:06 pm
ehm… bedanya kalo ‘onani’ sehat kita pake sabun ya? tapi kalo
masturbasi politik masak pake mikropon? lha yo aneh kok, masak masturbasi juga pake doa ya? doanya apa tuh?
ehm…………
[Reply]
May 10th, 2008 at 12:41 am
blom jadi pemimpin aja udah bikin susah ya kang…
[Reply]
May 10th, 2008 at 5:23 am
kang, buseett banget. Setiap judul postinganmu mampu merangsang aku….untuk baca! Arep melu nyoblos brengose pakdhu ya? biyuh biyuuhh…
[Reply]
May 10th, 2008 at 5:24 am
eh maksudku pakdhe karo si gus.
[Reply]
May 10th, 2008 at 8:12 am
hmmm, berhubung saya pejalan kaki, jd gak gitu kena syahwat yg bikin macet :D.
[Reply]
May 10th, 2008 at 9:31 am
sangat merugikan pengguna jalan ya, blm jadi apa2 sudah merugikan orang lain…
*pusing*
[Reply]
May 10th, 2008 at 10:30 am
tp masturbasi-nya gak sampe “muncrad nyemprot2″ kemana2 kan?
[Reply]
May 10th, 2008 at 11:36 am
Kalo semua politikus kita Impoten kan juga repot, pasti banyak yang pada ga puas,, ujung-ujungnya cari praktik lain yang ga sah.
Sepertinya yang kita butuhkan adalah healthy and fun intercourse
[Reply]
May 10th, 2008 at 3:53 pm
udah nyampe orgasme pulitik belom???
[Reply]
May 10th, 2008 at 4:12 pm
sikapi hal ini ibarat menuju proses perbaikan
jadi, berantakan itu masih wajar (tp smp kapan?)
dengan berharap semoga kedepan mnjadi lbh baik
*sok bijak*
[Reply]
May 10th, 2008 at 8:00 pm
Kalo Mbah slamet ( Yang Bloger ) yang bakal memimpin pasti nggak pake Shawat dan tidak kampanye dengan cara yang memalukan hahhhhaaaa
pasti arip Kita dukung Mbah slamet jadi pemimpin
[Reply]
May 10th, 2008 at 8:36 pm
dinikmati wae mas…
anggap aja lagi nonton bokep.
hahahah
[Reply]
May 10th, 2008 at 8:44 pm
masturbasinya pakai dana korupsi apalagi…konon lebih cepat orgasme
[Reply]
May 11th, 2008 at 9:18 am
kalo masturbasi dah sampe puncak apa perlu ke bogor…
[Reply]
May 11th, 2008 at 5:58 pm
he..he..he.. saya jadi toleh kiri kanan mbacanya mas..
banyak istilah2 syahwat dll dkk sih..
takut anak laki2 saya yg baru remaja lewat….
seru ya mas…politik selalu bikin malu..
[Reply]
May 13th, 2008 at 4:15 pm
hehe bikin judulnya selalu bikin tertarik ngeklik read more
[Reply]
May 18th, 2008 at 6:31 pm
Onani politik kok cuma 3 jam ???? ejakulasi dini tu….
[Reply]
May 20th, 2008 at 9:59 am
ngene iki bosone wong sing suwi gak siram2 =))
[Reply]
June 5th, 2008 at 3:53 pm
iOOOOOtO
[Reply]
June 19th, 2008 at 8:00 pm
dengkul lemes dehh..
[Reply]