Kawis alias kawista yang hitam…
Kawis alias kawista (Limonia acidissima), nama buah remeh temeh yang mungkin jarang diketahui oleh orang. Buah yang khas dengan aroma yang menusuk hidung dan warna daging buah yang coklat kehitaman. Bahkan apabila kita mendapatkan kawis yang benar-benar telah matang, warna daging buahnya akan hitam kelam.
Menurut Mbah Wiki, kawis termasuk pohon yang tahan banting. Beliau Kawis mampu hidup di daerah dengan curah hujan rendah alias lahan kering, selain itu mampu bertahan pada tanah dengan salinitas yang tinggi. kawis juga dapat dimanfaatkan sebagai batang bawah dalam okulasi tanaman jeruk. Okulasi ini menghasilkan Kajer aliaskawis jeruk.
Menurut ini, Setiap 100 g bagian daging buah yang dapat dimakan mengandung: 74 g air, 8 g protein, 1,5 g lemak, 7,5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Dalam 100 g bagian biji yang dapat dimakan terkandung: 4 g air, 26 g protein, 27 g lemak, 3 5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Daging buah yang kering mengandung 15% asam sitrat dan sejumlah kecil asam-asam kalium, kalsium, dan besi. Kayu kawista berwarna putih kekuningan, keras, agak berat, dan berserat kasar, tetapi urat kayunya rapat dan dapat dipolis sampai berkilap.
Saya mengenal buah ini sedari kecil. Kebetulan di pekarangan rumah nenek saya terdapat pohon kawis. Pohonnya tumbuh tinggi menjulang. Bahkan kelewat tinggi. Pohon ini kebanyakan tumbuh liar, sampai saat ini saya belum tahu apakah ada yang membudidayakan kawis. Sehingga jangan heran apabila banyak yang tidak tahu keberadaan buah ndeso ini.
Hasil googling tentang kawis ternyata buah ini diklaim sebagai buah asli Rembang, Jawa Tengah. Entah benar atau tidak, namun sangat wajar apabila buah ini bisa menyebar hingga ke Tuban dan mungkin daerah sekitarnya di pesisir utara Jawa.
Bagaimana cara memanen kawis? Sabar kuncinya. Kenapa? Buah yang siap konsumsi adalah buah yang telah benar-benar masak. Tanda buah yang telah masak sempurna adalah telah jatuh dari pohonnya. Ingat, syarat “telah jatuh dari pohonnya” adalah dengan cara alami. Jatuh dari ketinggian tidak berarti akan menurunkan kualitas buah ini. Kulit buah yang sangat keras membuat kawis tetap aman mendarat ke permukaan bumi.
Bagaimana cara menikmatinya? Gampang saja!
Ambil buah kawis, pegang erat, sempatkan menghirup aroma khas buah ini dengan mendekatkan pangkal buah ke hidung anda. Hirup dalam-dalam… Ahhh…
Setelah puas dengan aroma terapi kawis, segera cari permukaan lantai yang keras dan bersih. Dengan gerakan
lambat namun bertenaga, hantamkan buah kawis ke lantai hingga terbelah menjadi dua bagian. Prakkk…. Hmmmm… Coklat kehitaman bahkan mungkin hitam legam daging buah kawis akan membelalakkan mata. Daging buah bercampur dengan sedikit biji dan serat daging siap untuk kita santap.
Untuk menambah sensasi rasa, biasanya saya menambahkan gula pasir beberapa kilo sendok. Ya, tinggal kita aduk rata daging buah tersebut dengan gula pasir. Gak usah memakai piring! Lebih alami apabila makan langsung dari batok kulit buah kawis ituh.
Bagaimana dengan bijinya? Tekstur biji yang tidak keras, memungkinkan kita untuk mengunyahnya bersama dengan daging buah dan juga serat yang ada. Tidak ada rasa pahit sama sekali. Hmmmm….. Mak erot nyus.
Bagaimana? Anda pernah makan atau sekedar mendengar buah kawis ini?
Oh, ya di Kutorejo, Tuban ada yang jual jus kawis lho…
Saudara kita yang lain, juga pernah nulis tentang buah kawis antara lain Edwin Manangsang dan Mlebu Pawon.
Segera berburu kawis ya….
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!





April 23rd, 2008 at 21:40
nek aku seneng sing wis dadi sirup kang…….nek isih buah ora doyan…
Reply
April 24th, 2008 at 01:30
waduh, kawista itu kalau di tempat saya termasuk salah satu jenis pisang yang manis dan harum baunya, pak. ternyata ada juga untuk nama buah yang lain. bisa dibuat jus lagi. jadi pingin tahu rasanya kayak apa.
Reply
Aldi reply on August 17th, 2008:
Halo…
Hanya sekedar untuk referensi aja nih… di Lapangan parkir IRTI Taman Monas, ada restoran yang sengaja menjadikan buah kawista dari kota Rembang sebagai bahan utama menu beverages-nya. Mulai dari soda, jus sampai smoothies, bahkan frappe. Istilah kerennya sih men-javanisasi menu eropa. Restoran Roemah Rembang buka dari setiap harinya dari jam 7 pagi sampai 11 malam.
Reply
April 24th, 2008 at 04:30
men gambare sip sampean main class aja jangan main align, jadi kalau mau letak kiri di gambar tambah class=”left” kalau kanan right
nanti lebih ciamix deh
Reply
April 24th, 2008 at 06:02
onoke nang ndi mas wit koyok ngene iki??
Reply
April 24th, 2008 at 06:02
wernone medheni hehehe, enak gak seh rasane??
Reply
April 24th, 2008 at 08:48
mangkanya kalo diajak ke Rembang saya seneng banget
pulangnya selalu bawa sirup Kawista
Reply
April 24th, 2008 at 09:11
waduhh sepertinya belum pernah makan nih, tapi kayaknya kandungan gizinya banyak juga yaaa
Reply
April 24th, 2008 at 09:30
lali rupane eling rasane …
Reply
April 24th, 2008 at 10:16
aq ae lagek kerungu teko sampiyan iki
Ono khasiat-e gak?
Reply
April 24th, 2008 at 10:41
sering makan waktu kecil, saiki wes lali
*salam kenalan yah kang
Reply
April 24th, 2008 at 11:48
Eeenak tenan
Reply
April 24th, 2008 at 11:49
kira2 rasane koyo buah opo… ???
Reply
April 24th, 2008 at 11:49
Pernah makan sekali tapi lupa rasanya .. pengen ngirim …?
Ngomong-ngomong banner KPK dapat dari mana kirimin dong kodenya
Reply
April 24th, 2008 at 12:32
duh, kangen ngerasain sirup kawis euy…
Reply
tamu reply on December 16th, 2009:
dateng aja ke Rembang Mba,,
ntar jangan lupa mampir ke rumah saya,,
ntar pulangnya tak kasih oleh oleh air laut asli…
DIJAMIN,, ASINNN
heheheh
:: kidding ::
Reply
April 24th, 2008 at 14:33
saya suka sirup kawis, wanginya menjajakan kenangan
Reply
April 24th, 2008 at 16:13
[INFO] ada pertandingan dota dan ayodance nih, mau ikut??? lihat di blogku yah
Reply
April 24th, 2008 at 17:25
Wah… Dari dulu saya penasaran sama kawis atau kawista ini. Saya selama kecil di Magelang dan Sleman dan belum pernah lihat atau makan kawis.
Bisa dikirimi nggak, Mas Slamet?
Reply
April 24th, 2008 at 19:13
Duh… jadi kepengen, dulu ada disebelah rumah, dan sekarang nampaknya akan menjadi buah yang langka
Reply
April 25th, 2008 at 07:34
Lah ini dah ditulis sendiri….hehe…. OOoooo, saya baru tau kalo Limonia acidissima itu kawista. Padahal di rumah ada pohonnya (malu deh…). Gak ada yang suka. Jadi buah yang udah jatuh ditaruh di atas pagar, free buat siapa aja yang mau ambil
Reply
April 25th, 2008 at 13:22
pohonnya belum pernah lihat, buahnya apa lagi, rasanya tambah gak kebayang..
di yogya ada gak mas?
penasaran
Reply
April 25th, 2008 at 13:38
Aku sudah sering denger nama buahnya, tapi belum pernah lihat. Jadi sekarang kesempatan lihat pertama di blog panjenengan, thanks ya!
Reply
April 25th, 2008 at 15:08
wah..saia baru tau, ada buah itu… ^^
Reply
April 26th, 2008 at 02:27
eh buaah apa itu?? kok baru tau yah ridu?? di total gak ada siy buah itu..
Reply
April 28th, 2008 at 22:06
Saya baru pertama kali liat gambar buah Kawis meskipun beberapa kali mendengar orang menyebut namanya.
Kalau sempat jalan-jalan ke Jogja bawa beberapa kilo ya Pak
Reply
May 20th, 2008 at 11:03
PERHATIAN : KOPDAR SELANJUTNYA WAJIBB BAWA KAWIS 10 KILO !!
Reply
May 23rd, 2008 at 13:30
Terimakasih untuk pengetahuan yang baru.
Kami di Mainz,belum pernah dengar buah Kawista,apa lagi melihatnya.
Puji TUHAN !!!
Paling tidak sekarang sudah lihat fotonya.
Memang benar,kalau kami pulang kampoeng,malah jadi kampoengan….
hahahahahaaa….karena setiap kali kami dengar ada yang baru.
Apa lagi sekarang di tanah air,sedang banjir MAL dimana-mana,sedangkan di kampoeng kami,tidak ada satu juga,kasihan kan…???
Sekali lagi….Matur Nuwun….mas Wit….
Salam manis dari Mainz.
Dj.
Reply
August 4th, 2008 at 22:39
aku orang asli tuban lho mas dodo, alhamdulillah dah mau berbagi pengetahuan tentang buah kawis. mas dodo ada ide nggak, tentang krasi buah kawis? soalnya di tuban paling ya dimakan biasa. ato dibikin es temu (minuman yang berwarna warni yang biasanya dijual di SD). selain kawis mungkin mas dodo ada ide tentang kreasi jambu mete. soalnya jambu mete di tuban banyak tapi kebanyakan dibuang. diambul mentornya saja. oya satu lagi siwalan. ada masukan?tak tunggu…
Reply
August 8th, 2008 at 08:13
Berikut daftar khasiat buah kawis (diambil dari wikipedia, yang katanya “Limonia acidissima” ini punya nama lain “monkey fruit” dll.)
Medicinal uses: The bael fruit is more popular as medicine than as food. The tannin in bael has an astringent effect that once led to its use as a general tonic and as a traditional cure for dysentery, diarrhoea, liver ailments, chronic cough and indigestion. In fact, Vasco da Gama’s men, suffering from diarrhoea and dysentery in India, turned to the bael fruit for relief. The root juice was once popular as a remedy for snakebites.
The seed oil is a purgative, and the leaf juice mixed with honey is a folk remedy for fever. The tannin-rich and alkaloid-rich bark decoction is a folk cure for malaria.
Reply
August 13th, 2008 at 13:08
Di tempat saya (Bima – NTB), buah Kawista (di Bima buah ini disebut Kawi/Kinca) ini banyak dijumpai, dan biasanya kami disana mengkomsumsi buah ini jadi rujak saat masih muda (rasa buah kawista klo masih muda, masam campur sepet). Sangat jarang sekali buah ini dikomsumsi saat matang.
Reply
October 31st, 2008 at 14:26
mas.. aku nek goleki bijine.. tukune nyang endi.. nek ora bibite kawista… suwun
Reply
February 28th, 2009 at 13:31
mas..numpang iklan ya. kalo kangen ma kawis, atau pingin nyobain aja…mangga ke aslirembang.com. matur nuwun mas!
Reply
April 17th, 2009 at 14:38
aslm. au orang asli rembang bangga juga kawis jd salah satu buah yang sanggat dipertanyakan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,pengen buat skripsi tentang khasiat kawis sebagai obat…………………………ben rembang tambah terkenal……………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Reply
June 29th, 2009 at 08:56
saya kemaren juga makan kawis kebetulan da teman dari tuban yang bawa.khasiatnya apa ja aya pak?yang berhubungan dengan kecantikan ada nggak?
Reply
August 10th, 2009 at 10:00
[...] mengisi waktu katanya. Rezeki sudah ada yang Mengatur,” katanya, sambil menawarkan kawista, buah kegemaran Kyai Slamet, blogger Tuban cabang Madura yang sorenya tiba di [...]
August 30th, 2009 at 11:06
Nyuwun pangapunten mas/mbak
apa ada yang tahu penjual bibit pohon kawista ….
please kasih detail alamatnya sekalian harga kalau ada….
Matur nuwun
Tanam sejuta pohon yuk……..
Reply
August 30th, 2009 at 11:08
kelupaan tentang kawista……… penjaual bibit tanaaman kawista
mohon informasinya di japri ke mas thole89@hotmail.com
green go green
Reply
December 14th, 2009 at 16:52
rasane gak wenak kui met..
Reply