Kembali ke selera asal…
Berkurang satu maskapai penerbangan kita, Adam Air. Maskapai dengan konsep Low Cost Carrier (LCC) yang sering menghebohkan dunia persilatan penerbangan ini telah resmi dilarang terbang. Bisa dibayangkan dampaknya bagi konsumen penerbangan nasional. Hukum ekonomi pun menghasilkan sebuah keputusan berupa melonjaknya harga tiket. Tentu saja hal ini terjadi, jumlah penerbangan menjadi semakin terbatas. Surabaya-Jakarta, Adam Air mempunyai jadwal penerbangan sebanyak 10 kali per hari. Apa artinya? Penawaran sebuah barang berkurang sebanyak 10 unit so melambunglah harga. Ah, kenapa saya ngurusi Adam Air? Karena saya sering melakukan perjalanan Surabaya-Jakarta dan tentu saja dengan tiket murah. Penghematan waktu menjadi alasan utama saya. Harga yang tidak jauh beda dengan kereta api eksekutif atau bus malam eksekutif menyebabkan saya lebih memilih menggunakan moda transportasi yang satu ini.
Sebenarnya saya jarang menggunakan Adam Air, saya malah pertama kali menggunakan Adam Air setelah peristiwa memilukan di perairan Majene, awal tahun 2007 lalu. Saya lebih terbiasa menggunakan Air Asia. Kenapa? Karena Air Asia merupakan pelopor LCC dan juga kemudahan bertransaksi via internetnya. Seringkali saya iseng dikala online sambil makan siang di kantin sapta, saya cek harga tiket. Dan apabila rindu ini telah memuncak serta dukungan harga tiket yang terjangkau, tanpa ragu saya membelinya. Begitu mudah dan simpel. Bahkan ini menjadi salah satu alasan utama saya untuk membuat kartu kredit. Waktu itu, Lion Air masih harus melakukan pembayaran melalui ATM, ribet menurut saya, seseorang yang telah termanjakan oleh teknologi.
Namun ketika lion juga sudah membuka diri untuk menerima transaksi online, saya juga menjadikannya sebagai alternatif jalan untuk melampiaskan rindu pada anak istri tercinta. Jakarta-Surabaya, kenapa bukan Jakarta-Malang? Tentu saja alasan harga. Rekor tiket termurah yang pernah saya raih adalah Rp. 201.000,-. Bandingkan dengan Gajayana yang Rp.220.000,- plus semalaman di kereta, pun demikian dengan Lorena atau Kramatdjati.
Beruntung ketika Mandala dengan manajemen barunya menerapkan konsep LCC, semakin banyak pula ragam pilihan saya. Seorang teman berhasil mendapatkan Surabaya-Jakarta dengan mandala hanya dengan Rp.190.000,-. Pasrah dan berdo’a modalnya! Bagaimana dengan Garuda? Ah, ini khusus untuk perjalanan dengan menggunakan SPPD alias Surat Perintah Perjalanan Dinas.
Lalu kini bagaimana? Ya, kembali ke selera asal saja, GAJAYANA!
UPDATE: Lumayan nih, tanggal 9 April ada acara di Bogor, hasil browsing menunjukkan bahwa tiket termurah diraih oleh Mandala pada 7 April 2008 SUB-CGK 20.05 WIB seharga Rp.295.000,-. Ambil gak ya?
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!





March 29th, 2008 at 05:44
tiket murah, tepat waktu, dan selamat sampai tujuan merupakan tujuan akhir konsumen transportasi…
mau ke bogor ya mas ?? jgn lupa oleh2 buat cempluk ini ya
Reply
March 29th, 2008 at 05:49
Say goodbye to AdamAir
Mau ke bogor ya? Oleh-olehnya jangan lupa ya
Reply
March 29th, 2008 at 08:18
Aku kalau pulang kampung belum pernah naik pesawat. Biasanya memutuskan pulang sudah mendekati hari H, sehingga harganya agak mahal.
Reply
March 29th, 2008 at 08:21
Tanggal 11 aprilnya bisa main ke jakarta nongkrong di BHI.jangan lupa bawa apel malang yang banyak
Reply
March 29th, 2008 at 09:36
Aku setuju setuju saja dengan tiket murah..cuma kalau begitu murah sehingga mengabaikan keselamatan ya…fly is cheap but our live is priceless khan..
* Terus memaksa naik Garuda ( walau berantem sama bagian keuangan yang maunya memaksa naik Adam dsb )
Reply
March 29th, 2008 at 09:49
wew… pak slamet mau jalan-jalan lagi. kali ini mo ke bogor. jangan lupa oleh2nya ya, pak. btw, kenapa juga pesawat belakangan ini begitu rentan terhadap kecelakaan, yak. penyebabnya seringkali faktor human error yang dikambinghitamkan. padahal, bisa jadi pesawatnya sudah ndak layak jalan, tapi dipaksakan juga.
Reply
March 29th, 2008 at 10:27
aku gak pernah naik pesawat. hiks
Reply
March 29th, 2008 at 10:43
kalau mau pulang…pasti lewat Surabaya. Kok nggak pernah mampir?
Gimana-gimana ya mending peswat yo mas. Naik kereta remek kabeh awak iki
Reply
March 29th, 2008 at 10:51
saya selalu menggunakan sepur….
Reply
March 29th, 2008 at 11:20
lah.. sayang… banyak yang nganggur nih, si Adam sih
Reply
March 29th, 2008 at 11:59
wah ke bogor?? mampir atuh ke jakarta pak..
Reply
March 29th, 2008 at 12:57
tidak signifikan….
biasa pake NUSANTARA AIRBUS (Bogor-Rembang). Dijamin tidak Jatuh, paling paling benturan antar kepala dengan sebelah…..karena jalur pantura sedang bergoyang-goyang….goyang…goyang …goyang…goyang….goyang…goyang….goyang…goyang….goyang….goyang eh tahu tahu dah sampe Rembang.
Reply
March 29th, 2008 at 13:47
aku belum pernah naik pesawat, eh ini udah ada perusahaan penerbangan yang tidak boleh beroperasi….:(
Reply
March 29th, 2008 at 14:04
Aslkm…….wah..euanakk lah mas……bisa sering2 ketemu keluarga….ada hikmahnya juga..
Reply
March 29th, 2008 at 17:27
nasib.. nasib Adamair akan gulung tikar, tetapi yakin lah son… suatu hari nanti Adamair akan di selamatkan oleh Inul dan berubah menjadi Inulair ato ngebor-air
Reply
March 29th, 2008 at 19:38
Saya ndak permasalahkan selera, wong cara tersingkat pulang kampung satu-satunya cuma Mandala.
Reply
March 30th, 2008 at 04:18
Ndak papa Adam Air gulung tiker, kan masih ada Lion Air. Eh, tiket Jakarta Jogja berapa mas?
)
Reply
March 30th, 2008 at 23:55
walaupun harga tiket jakarta-surabya murah tapi harga tiket surabaya- palangka masih diatas 600 musti pikir 3 kali klau mau pake jasa pesawat.
Reply
March 31st, 2008 at 08:43
adam air bandel sih ..
lagian sekarang maskapai penerbangan dijadiin lahan bisnis instan sih .. jadi malah mencari keuntungan sebanyak2nya tanpa kurang memperhatikan hal yang pentingnya hehe sotoy deh gw .
Reply
March 31st, 2008 at 10:03
gak ada yang langsung ke Ngawi Jatim sih pesawatnya..
Reply
March 31st, 2008 at 14:02
jadi skrg lbh sering pake gajayana Om?well, jalan darat relatif lbh aman kok ya..
Reply
March 31st, 2008 at 14:37
Aku baru naik Adam Air sekali pas ke Surabaya 3 minggu lalu. Pulangnya pilih pakai Mandala deh, soalnya lha itu Adam Air jurusan Batamnya sudah ngk ada lg
Reply
March 31st, 2008 at 14:47
Cari yang murah tapi aman, Pak
Reply
March 31st, 2008 at 15:21
hiks…sejak kapan LCC diendonesia jadi low cost carrier…adanya kan low cost cargo om?…penumpangnya sekedar barang, yang penting terangkut gak nyangkut.
gara² mereka…sekarang dengan harga yang dulu…cuman dikasih air doang
….mendingan macem dulu, kita nunggu ada kopi & teh hangat tersedia, diudara kita bisa milih mo minum apa…lah sekarang is now :p
Reply
March 31st, 2008 at 18:07
ya aku mendukung adam air di tutup, karena hilangnya pesawat adam air di lau majene…udah buat aku trauma naik pesawat ampe sekarang……..tapi yg ga kudukung, ditutupnya adamair…nambah2i jumlah pengangguran aja….
Reply
April 1st, 2008 at 16:06
widodo air Rp.25.000,- langsung di laut.
Reply