Jangan jadi peneliti banci …
Di tengah kesibukan belajar bersama masyarakat di Halmahera Barat, saya harus pula merasakan berbagai polemik bangsa. Mulai dari tawuran mahasiswa, RUU Pemilu hingga masalah susu. Saya kecewa, jengkel sekaligus kesal!
Tim peneliti IPB, sekolah dimana saya belajar, mengumumkan hasil penelitiannya tentang tercemarnya produk susu formula oleh sejenis bakteri. Tak pelak lagi, ketika berita ini menyebar, masyarakat menjadi resah. Produsen susu, BPPOM, Menkes dan IPB saling lempar komentar di media massa. Bukan sebatas komentar tapi mereka juga saling serang satu sama lain. Ada komentar lucu dan konyol dari Menkes yang memang sudah berpengalaman dalam hal itu. Ketika berhadapan dengan wartawan, sang ibu menteri bersabda, ”Lho penelitinya kan dokter hewan, masa anda mau disamakan dengan hewan!” Hahahahahahahahaha.
Desakan untuk mengumumkan nama-nama produk susu formula oleh masyarakat tidak diperdulikan oleh IPB. Ahh, hari gini kok masih gitu sih! Melakukan publikasi hasil penelitian tentu saja harus siap dengan segala resiko dan konsekuensinya. Saya teringat kasus pada masa orde baru, ketika seorang peneliti mengungkap adanya kandungan lemak babi pada salah satu produk kroni Soeharto. Sang peneliti pun menjadi buronan para serdadu. Read More
Slamet Widodo, seorang warga negara Republik Indonesia. Sangat mencintai tanah airnya, Merdeka!




![PusatLowongan[dot]com](http://pusatlowongan.com/images/lowongan kerja.jpg)


