<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pencantuman gelar akademik dan “Don’t luk de buk jas prom de kaver” ala Tukul.</title>
	<atom:link href="http://www.slametwidodo.com/2007/03/22/pencantuman-gelar-akademik-dan-%e2%80%9cdon%e2%80%99t-luk-de-buk-jas-prom-de-kaver%e2%80%9d-ala-tukul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.slametwidodo.com/2007/03/22/pencantuman-gelar-akademik-dan-%e2%80%9cdon%e2%80%99t-luk-de-buk-jas-prom-de-kaver%e2%80%9d-ala-tukul/</link>
	<description>Merdeka dalam berpikir, berpendapat dan bertindak!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 11:03:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Irwan Purnama</title>
		<link>http://www.slametwidodo.com/2007/03/22/pencantuman-gelar-akademik-dan-%e2%80%9cdon%e2%80%99t-luk-de-buk-jas-prom-de-kaver%e2%80%9d-ala-tukul/comment-page-1/#comment-88369</link>
		<dc:creator>Irwan Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 04:47:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.slametwidodo.com/2007/03/22/pencantuman-gelar-akademik-dan-%e2%80%9cdon%e2%80%99t-luk-de-buk-jas-prom-de-kaver%e2%80%9d-ala-tukul/#comment-88369</guid>
		<description>Salam kenal pa Slamet,

Sama seperti yang pernah saya alami beberapa waktu yang lalu di Bandung. Waktu itu saya melanggar Lalu Lintas dan memang saya tidak tahu. Kebiasaan setiap sore pulang dari kantor saya lewat sana, dan pada hari minggu siang saya lewat sana juga dan ternyata saya tidak melihat ada aturan kalau minggu siang arah ke jalan tersebut ditutup. Akhirnya pas di perempatan saya distop seorang polisi dan dibawa ke pos dia. Saya ditanya kesalahan saya, dan saya jawab ga tau. Akhirnya dia jelaskan kesalahan saya. Dia minta STNK dan SIM. Saya terus terang mengaku bersalah walau saya berargument tidak melihat larangan. Akhirnya dia bertanya &quot;mau diselesaikan di mana?&quot; saya jawab &quot;ya sudah pa tilang saja&quot;, dia nanya lagi &quot;iya diselesaikannya mau di mana?&quot;, saya jawab lagi &quot;ya di tilang dan diselesaikan di kepolisian Bandung ka Pak?&quot;. Karena jawaban saya ga nyambung dan saya ngerti kalau dia pingin diselesaikan di pos itu seketika itu juga, padahal dia dah siap dengan ballpoint dan struct tilang warna merahnya. Akhirnya dia tanya &quot;memang mau ke mana lewat sini?&quot; saya bilang &quot;mau ke antapani&quot;, trus dia tanya &quot;dulu kuliah di mana?&quot; saya jawab &quot;saya kuliah di unpad&quot;, terus tanya lagi &quot;kerja di mana?&quot;, saya jawab &quot;PNS peneliti&quot;, lalu dia bilang &quot;ya udah lain kali jangan melanggar!&quot;, wahh senangnya.....sambil berlalu dan mengucapkan terima kasih saya berpikir kok polisinya berubah pikiran setelah tahu riwayat pendidikan dan pekerjaan saya...Aneh...:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal pa Slamet,</p>
<p>Sama seperti yang pernah saya alami beberapa waktu yang lalu di Bandung. Waktu itu saya melanggar Lalu Lintas dan memang saya tidak tahu. Kebiasaan setiap sore pulang dari kantor saya lewat sana, dan pada hari minggu siang saya lewat sana juga dan ternyata saya tidak melihat ada aturan kalau minggu siang arah ke jalan tersebut ditutup. Akhirnya pas di perempatan saya distop seorang polisi dan dibawa ke pos dia. Saya ditanya kesalahan saya, dan saya jawab ga tau. Akhirnya dia jelaskan kesalahan saya. Dia minta STNK dan SIM. Saya terus terang mengaku bersalah walau saya berargument tidak melihat larangan. Akhirnya dia bertanya &#8220;mau diselesaikan di mana?&#8221; saya jawab &#8220;ya sudah pa tilang saja&#8221;, dia nanya lagi &#8220;iya diselesaikannya mau di mana?&#8221;, saya jawab lagi &#8220;ya di tilang dan diselesaikan di kepolisian Bandung ka Pak?&#8221;. Karena jawaban saya ga nyambung dan saya ngerti kalau dia pingin diselesaikan di pos itu seketika itu juga, padahal dia dah siap dengan ballpoint dan struct tilang warna merahnya. Akhirnya dia tanya &#8220;memang mau ke mana lewat sini?&#8221; saya bilang &#8220;mau ke antapani&#8221;, trus dia tanya &#8220;dulu kuliah di mana?&#8221; saya jawab &#8220;saya kuliah di unpad&#8221;, terus tanya lagi &#8220;kerja di mana?&#8221;, saya jawab &#8220;PNS peneliti&#8221;, lalu dia bilang &#8220;ya udah lain kali jangan melanggar!&#8221;, wahh senangnya&#8230;..sambil berlalu dan mengucapkan terima kasih saya berpikir kok polisinya berubah pikiran setelah tahu riwayat pendidikan dan pekerjaan saya&#8230;Aneh&#8230;:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
